Atlet Jakarta yang kembali dari PON telah dikarantina di Grand Cempaka

Jakarta (Antara) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan Hotel Grand Cempaka sebagai pusat karantina terpadu bagi para atlet yang baru pulang usai mengikuti Pesta Olahraga Nasional (PON) ke-20 di Papua.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmed Raza Patria dalam keterangannya yang dilansir Antara di Jakarta, Rabu, mengatakan para atlet akan menginap di hotel selama lima hari untuk mencegah munculnya klaster baru COVID-19.

Dikatakannya, penetapan Grand Cempaka sebagai tempat pengasingan atlet pemula di Jakarta merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Untuk mencegah munculnya klaster baru virus corona di kalangan atlet ibu kota peserta Olimpiade Papua, Patria mengindikasikan bahwa mereka rutin menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes swab.

Merujuk data terakhir, lima atlet asal Jakarta terjangkit COVID-19.

Patria mencatat, empat di antaranya sudah sembuh total dan pulang, sedangkan satu lagi menunggu hasil swab test.

Sebelum keberangkatan skuad Jakarta ke PON 20, Biro Dewan Olahraga Indonesia (KONI) – Jakarta telah menetapkan target meraih 171 medali emas di Pesta Olahraga Papua.

Hingga Rabu, pukul 06.00 WIB, Jakarta berhasil mengumpulkan 90 medali emas, 74 perak, dan 85 perunggu. Ini peringkat ketiga dalam perolehan medali di belakang Jawa Barat dan Jawa Timur.

PON Papua akan digelar di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Mimica, dan Merawak pada 2-15 Oktober 2021.

Sedikitnya 6.400 atlet dan 3.500 ofisial dari 34 provinsi se-Indonesia disebut-sebut akan mengikuti PON Nasional di Papua yang memiliki 37 cabang olahraga.

Sejak perhelatan multi-olahraga terbesar di negara ini berlangsung, pemerintah telah melaporkan 83 kasus COVID-19.

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadiqin, 83 kasus terkonsentrasi di antara para pesaing di beberapa cabang olahraga, termasuk judo, panahan, figure skating, kriket, dan motorcross.

READ  Seorang pemain Turki bergabung dengan tim nasional Indonesia di sela-sela bulu tangkis

Meski banyak atlet yang terjangkit COVID-19, namun tidak ada kompetisi dalam pertandingan nasional yang berlangsung di Papua yang dibatalkan, Menteri Pemuda dan Olahraga Zinedine Amali baru-baru ini mengkonfirmasi.

Berita terkait: Peserta yang terinfeksi PON tidak akan pulang sampai setelah pemulihan: Pemerintah
BERITA TERKAIT: Pusat isolasi terapung dan bandara siap untuk menutup PON XX
Berita terkait: PON lanjutkan protokol kesehatan yang lebih ketat setelah kasus COVID muncul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *