Badan Anti-Doping bersiap untuk mengirimkan 153 sampel ke laboratorium Qatar

Jakarta (Antara) – Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) bersiap mengirimkan 153 sampel urin ke laboratorium anti-doping di Qatar untuk mempercepat pencabutan sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) yang dijatuhkan padanya.

Menurut situs resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga, sampel urin dikumpulkan dari peraih medali emas dan atlet pemecah rekor peserta Pekan Paralimpiade Nasional ke-16 2021 (Piparnas) di Provinsi Papua.

Kementerian mengkonfirmasi bahwa sampel akan dikirim ke Qatar pada Senin (15 November 2021), dua hari setelah upacara penutupan Biparnas ke-16.

Dalam kunjungannya ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Papua untuk memeriksa alat uji doping pada Jumat (12 November 2021), Menteri Amalie meminta LADI untuk mempercepat pengujian doping pada sampel yang diambil saat pertandingan Piparnas dan di luar kompetisi.

“Kami mengambil 153 sampel urin selama pertandingan peparnas, dan kami berharap dapat mencapai 200 sampel target hingga hari terakhir peparnas saat pertandingan medali berlanjut. Kami akan segera mengirimkan sampel ke Qatar segera setelah sampel target. tercapai,” Amali melaporkan.

Berita terkait: Pemerintah Indonesia bentuk tim untuk segera mencabut sanksi doping

Sebelumnya, LADI telah mengumpulkan 723 sampel urin selama Pertandingan Nasional PON XX dan mengirimkan sampel dalam dua gelombang – batch pertama, 202 sampel, dikirim pada 19 Oktober 2021, dan batch kedua 521 sampel dikirim pada Oktober. Menteri menambahkan 25.

Dia mengatakan Badan Anti-Doping saat ini sedang berusaha untuk mengumpulkan tambahan 122 sampel yang telah pulih dari kompetisi pada akhir November.

Sementara itu, Sekjen LADI Desi Rosmelita membenarkan bahwa hasil tes doping akan tersedia tiga minggu setelah sampel diterima oleh laboratorium di Qatar.

“Kami membutuhkan sekitar tujuh hingga sepuluh hari untuk mengirimkan sampel dari Jakarta ke Laboratorium Anti-Doping (ADL) di Qatar, karena kami bergantung pada lalu lintas barang,” katanya.

READ  Delegasi DPR RI berkunjung ke kampus

Rosmelita menambahkan, karena banyaknya sampel yang mereka butuhkan untuk pengujian, lab telah menolak permintaan sebelumnya untuk memproses tes doping dalam 20 hari.

Berita terkait: Kemenpora lunasi tunggakan LADI dengan lab anti-doping
Berita terkait: Membantu LADI berkomunikasi dengan WADA tentang pencabutan sanksi: KOI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *