Emas ganda Olimpiade Indonesia memicu semangat baru untuk bulu tangkis di akar rumput

Jakarta (Kantor Berita Siprus) – Penggemar bulu tangkis Muhammad Bilal Raditia baru-baru ini menyambut beberapa tamu muda di rumahnya di Jakarta Timur.

Hampir setiap malam sejak Olimpiade Tokyo beberapa minggu lalu, anak-anak di lingkungannya datang mengetuk pintu untuk memesan bola.

“Saya bermain bulu tangkis secara rutin. Tapi tiba-tiba, anak-anak mengetuk pintu saya dan meminta bola. Ini jarang terjadi, mengapa mereka membutuhkannya? Radiatia, 22 tahun, saat bertemu dengannya bertanya mengapa mereka bermain bulu tangkis sekarang?” ” CN.

“Saya ingat bahwa Indonesia baru saja memenangkan Olimpiade … mungkin itu sebabnya mereka bermain sekarang … mereka belum pernah bermain bulu tangkis sebelumnya.”

Secara pribadi, kegemarannya pada olahraga ini bermula ketika pasangan Hendra Setiawan dan Marcos Kido meraih medali emas di Olimpiade Beijing 2008. Tiba-tiba dia membuat anak-anak tertarik pada bulu tangkis, sehingga dia memutuskan untuk menanyakannya kepada mereka. Anak-anak berusia 7, 10, dan 11 tahun mengatakan bahwa bulu tangkis mereka ambil karena saat ini sedang populer setelah Indonesia meraih medali emas di Tokyo.

Anak-anak ingin belajar lebih banyak tentang bulu tangkis setelah Indonesia sukses di Olimpiade Tokyo. Foto: CNA

Dua dari mereka mengatakan kepada Radhitya bahwa mereka ingin menjadi atletis dan membanggakan orang tua dan bangsa. Anak-anak pun menjawab bahwa olahraga baik untuk kesehatan di tengah pandemi.

Indonesia memiliki tradisi yang membanggakan sebagai pusat kekuatan bulu tangkis dan selalu ada minat populer dalam olahraga ini. Tapi memenangkan medali emas pertama negara itu dalam sejarah ganda putri selama Olimpiade baru-baru ini menghidupkan kembali semangat orang untuk olahraga, setidaknya untuk saat ini.

Minat yang besar dalam permainan

Peminat bulu tangkis tidak hanya tinggi di Jakarta Timur. Situasi serupa juga terlihat di Kecamatan Samekta Bangun, Magelang, Jawa Tengah.

READ  Piala Dunia U-20 FIFA: Indonesia menunggu kata resmi tentang penundaan

“Dari anak-anak hingga orang dewasa, stadion di depan kompleks apartemen saya yang dulu sepi dan tidak ada aktivitas sekarang dibanjiri orang-orang yang bermain bulu tangkis, terutama saat Olimpiade,” kata Bangon.

“Ini mengejutkan tapi bisa dimengerti karena Olimpiade. Sebagai penggemar bulu tangkis sendiri, saya senang dan berharap ini bukan musiman.”

Bahkan bagi mereka yang tidak berolahraga pun kini berusaha mengikuti perkembangan.

Zulfa Mulida, mahasiswi yang tinggal di Bandung, mengaku kini menjadi penggemar berat bulu tangkis setelah menyaksikan pertandingan Indonesia di Olimpiade.

Namun, karena sibuk dengan studinya, dia hampir tidak punya waktu untuk bermain bulu tangkis. “Saya hanya menonton pertandingan dan mencoba mencari tahu sebanyak mungkin tentang para pemain.

“Sekarang saya mencari kompetisi mereka yang akan datang dan para atlet di media sosial,” katanya, seraya menambahkan bahwa pemain favoritnya adalah suami spesialis pria Hendra Setiawan dan Muhammad Ahsan.

bulu tangkis amerika serikat

Mengomentari kegemaran bulu tangkis yang saat ini melanda nusantara, Kepala Humas dan Media Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Proto Happy mengatakan, euforia itu positif karena dapat melahirkan generasi baru pebulu tangkis.

“Orang tua yang suka bulu tangkis sering mengajak anaknya bermain,” kata CNA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *