Esports fair match menunjukkan potensi ekonomi kreatif

Apalagi menunjukkan kesiapan Indonesia untuk menjadi organisasi global pariwisata dan esports

Jayapura, Papua (Antara) – Laga pembuka PON XX Papua National Esports Show (PON) menyampaikan pesan yang menunjukkan besarnya potensi industri digital untuk mendongkrak perekonomian nasional.

Acara tersebut digelar di lapangan indoor hockey and cricket di Desa Doyo Baru, Kecamatan Waipu, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Selasa malam EIT.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Ono mensinyalir bahwa e-sport yang memiliki potensi ekonomi yang sangat besar diharapkan dapat terus berkembang sehingga semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital nasional.

“Kontribusi industri esports pada 2019 tercatat 1,3 miliar dolar AS. Nantinya, hanya dalam satu tahun, pendapatan industri mampu tumbuh sebesar 33 persen mencapai 1,8 miliar dolar AS,” kata Menkeu, sambut Wapres. Presiden Federasi Olahraga Elektronik dari Badan Pengawas Indonesia (PB ESI).

Salah satu potensi nilai ekonomi bagi industri adalah menyediakan wadah khusus bagi potensi dan bakat lokal – yang dilakukan oleh PB ESI dengan mendatangkan Lokapala, sebuah MOBA besutan developer game lokal, untuk bertanding di ajang olah raga nasional.

“Menyelenggarakan pertandingan persahabatan Lokapala sangat membantu dalam mendongkrak semangat industri game lokal, baik nasional maupun global,” kata Ono.

Senada dengan Menkeu, Ketua Umum PB ESI Komisaris Jenderal Bambang Sunarwibowo juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di bidang esports – baik dari segi prestasi maupun pengembangan ekosistem dan industrinya.

“Selain mengembangkan dan mengevaluasi kinerja esports nasional yang disponsori oleh pihak daerah, keberhasilan pertandingan eksibisi PON Esports XX Papua dapat mendorong peningkatan ekonomi kreatif digital, yang didorong oleh pertumbuhan industri pengembang game lokal dan bisnis kreatif terkait lainnya.”

READ  Presiden Widodo: Wabah ini mengubah budaya Indonesia | Berita, olahraga, pekerjaan

Dengan acara yang digelar hingga 26 September 2021, PB ESI ingin menunjukkan kepada dunia potensi besar industri esports Indonesia.

“Selain itu, ini menunjukkan kesiapan Indonesia untuk menjadi penyelenggara esports dan pariwisata global dan meningkatkan optimisme pencapaianemas indonesia (Indonesia Emas) “Sebagai kekuatan ekonomi digital dunia pada 2045,” kata Sunaruipoo.

Selain itu, ia mencatat bahwa masuknya esports sebagai acara olahraga memberikan kesempatan untuk melatih atlet langkah demi langkah.

Apalagi, turnamen esports PON Papua XX membuktikan bahwa ajang olahraga tidak hanya dimiliki secara eksklusif oleh masyarakat di kota-kota besar saja, tetapi juga dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Sekjen PB ESI Fringky Ong melaporkan bahwa pertandingan esports show telah mencetak beberapa prestasi sejak babak kualifikasi pra-PON.

“Berkat upaya pembinaan yang dilakukan oleh Komisi Olahraga Nasional baik di tingkat pusat, kabupaten, kabupaten atau kota, serta pihak terkait lainnya di 34 provinsi,” katanya.

Berita terkait: Lokapala, game MOBA lokal asli yang dipertandingkan di PON Papua 2020
Berita terkait: Game Papua, Superbike Dicegah Jadi Grup COVID-19: Pemerintah
Berita terkait: Pemain kriket bertekad bangga tampil di NTT di PON Papua Games

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *