Gas mendominasi perkembangan hulu Indonesia

Global Data memperkirakan 36 proyek hulu akan beroperasi di Indonesia antara tahun 2021 dan 2025, yang merupakan dua pertiga dari peningkatan gas alam.

Indonesia diperkirakan akan meluncurkan 119 proyek minyak dan gas di seluruh rantai nilai pada tahun 2021-2025, kata Global Data dalam laporan terbarunya.

Dari 119 proyek, proyek hulu akan menjadi 36, proyek menengah 27, kilang 11 dan petrokimia yang tertinggi dengan 45 proyek, ungkap laporan itu.

“Indonesia semakin fokus pada proyek gas sebagai bagian dari rencana untuk menggandakan produksi pada tahun 2030 dan menjadi salah satu eksportir gas terkemuka dunia.

Beberapa proyek hulu terkenal termasuk Unidise Jumbo-Tyung Bru (JDP) dan Mako. Unidise Jumbo-Tyung Bru (JDP) adalah sektor gas konvensional pesisir yang saat ini sedang dalam persetujuan, yang diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2021. Mako, di sisi lain, adalah sektor gas konvensional perairan dangkal yang saat ini sedang dalam persetujuan, dan diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2023.

Proyek-proyek midstream mencapai 23% dari semua proyek minyak dan gas di Indonesia pada tahun 2025. Sebagian besar proyek sementara yang akan datang meliputi proyek pipa, dan pipa gas Dumai-Madden adalah salah satu proyek besar dengan panjang 509 km. Proyek tersebut telah disetujui dan diharapkan dapat mulai beroperasi pada tahun 2025.

Namun, Indonesia kesulitan untuk menyelesaikan proyek minyak dan gas pada waktu yang tepat. Timeline Data Global mungkin sangat optimis, terutama dengan berita baru-baru ini bahwa target produksi kuartal pertama Indonesia mengecewakan.

Direkomendasikan untukmu

Indonesia kehilangan target produksi kuartal pertama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.