Indonesia membuka kembali sekolah dengan langkah-langkah keamanan yang ketat saat kasus COVID-19 setiap hari menurun

Di beberapa daerah di ibu kota Indonesia, Jakarta, sekolah akhirnya diberi izin untuk dibuka kembali mulai Senin setelah ditutup selama lebih dari setahun karena wabah virus corona. Keputusan ini diambil karena jumlah harian kasus baru COVID-19 terus menurun. Setelah wabah muncul, ini adalah pertama kalinya hampir 610 sekolah di Indonesia telah lulus pemeriksaan yang diperlukan dari Dinas Pendidikan Jakarta untuk membuka kembali sekolah, dengan beberapa langkah keamanan.

“Kita telah melewati puncak gelombang kedua infeksi COVID-19,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmed Raza Patria kepada wartawan, Senin. Dia menambahkan bahwa mereka mengharapkan semua sekolah untuk membuka pada Januari. Menurut data resmi pemerintah, Jakarta memiliki total 5.341 sekolah mulai dari TK hingga SMA.

Sekolah-sekolah di Indonesia dibuka kembali dengan langkah-langkah keamanan

Selain Jakarta, sejumlah sekolah di kota-kota lain dijadwalkan mulai beroperasi mulai Senin. Saat kelas dilanjutkan, pedoman sekolah umum sebelumnya telah direvisi. Pelajar Indonesia tidak diperbolehkan berbicara di dalam kelas, masker wajah diperlukan setiap saat, dan pelajar Indonesia tidak diperbolehkan meninggalkan kelas untuk berlibur. Dengan menawarkan pelajaran dalam dua shift, sekolah dapat mengurangi kapasitas kelas hingga setengahnya. Guru harus divaksinasi lengkap. Pendidikan di sekolah akan digabungkan dengan mode pembelajaran online. Jumlah siswa secara bertahap akan meningkat tergantung penilaian pemerintah terhadap situasi COVID.

Kasus COVID di Indonesia

Pada hari Minggu, Kementerian Kesehatan Indonesia mencatat 7.427 kasus infeksi baru dalam 24 jam terakhir, jumlah harian terendah sejak 9 Juni. Dari puncak 15 Juli ketika hampir 56.000 infeksi dilaporkan dalam satu hari telah terjadi penurunan bertahap.

Menjadi negara terpadat keempat di dunia, Indonesia telah melaporkan lebih dari 4 juta penyakit sejak awal wabah. Jakarta, yang sebelumnya merupakan episentrum COVID-19 di negara itu, telah mengalami penurunan kasus aktif dan baru sejak pertengahan Juli. Untuk kasus aktif tercatat berpindah dari lebih dari 100.000 kasus aktif per hari menjadi kurang dari 8.000 kasus, dan untuk kasus baru terlihat dari lebih dari 10.000 kasus baru per hari menjadi kurang dari 500.

READ  Sebuah buku matematika berumur 140 tahun berisi sisa-sisa surealis Indonesia kuno

Pasien juga tidak dikeluarkan dari rumah sakit seperti sebelumnya. Menurut Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, tingkat hunian tempat tidur di banyak rumah sakit di Jakarta telah turun di bawah 30%.

Sementara dalam hal kegiatan publik, pembatasan sedang dilonggarkan di ibu kota, yang bahkan oleh pemerintah dianggap membantu meringankan permintaan rumah sakit. Sejak pertengahan Agustus, pejabat DKI Jakarta secara bertahap membuka kembali pusat perbelanjaan dan tempat ibadah, serta fasilitas olahraga luar ruangan dengan pembatasan kapasitas dan kebutuhan pengunjung untuk menunjukkan bukti vaksinasi.

Indonesia bulan lalu mulai memvaksinasi anak-anak usia 12-18 tahun. Negara ini mulai memvaksinasi warganya lebih cepat daripada negara lain di Asia Tenggara. Pada Maret 2022, pemerintah berharap untuk memvaksinasi lebih dari 208 juta dari 270 juta warganya, tetapi para pejabat baru menyelesaikan vaksinasi penuh untuk sekitar 34,8 juta individu dan vaksinasi parsial untuk 26,7 juta populasi lainnya.

(Kredit gambar: AP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *