Indonesia telah menetapkan mantan pemimpin Garuda yang dipenjara sebagai tersangka dalam kasus korupsi baru

Jakarta: Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia diperiksa terkait dugaan penyimpangan pembelian pesawat Bombardier dan ADR, kata Jaksa Agung RI, Senin (27 Juni).

Emirzia Sadar, CEO perusahaan pembawa bendera dari tahun 2005 hingga 2014, pada tahun 2020 dijatuhi hukuman delapan tahun penjara karena penyuapan dan pencucian uang dalam pembelian pesawat dan mesin dari Airbus dan Rolls-Royce.

Departemen Kehakiman AS dan Kantor Penipuan Serius Inggris sedang menyelidiki dugaan skandal suap yang melibatkan penjualan jet ke pembuat pesawat Kanada Bombardier Garuda antara 2011 dan 2012.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan pada konferensi pers bahwa “adalah tanggung jawabnya untuk melaksanakan tugasnya selama masa jabatannya.”

Satara tidak segera dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Auditor negara Indonesia PBKB menemukan bahwa Garuda telah overcharged 23 pesawat Bombardier CRJ dan ADR72, sehingga biaya operasi lebih tinggi dan kerugian sebesar 8,8 triliun rupee (US $ 594,39 juta) dari 2011 hingga 2021, menurut ketua PBKP Mohammed Youssef Ade.

Ditangkap juga tiga mantan eksekutif Garuda dan mantan direktur perusahaan patungan lokal PT Mukhi Rexo Abadi (MRA).

Garuda, Bombardier dan ADR tidak segera menanggapi permintaan komentar dan tidak dapat segera mengakses MRA.

Secara terpisah, jaksa agung mengatakan auditor negara dan kantornya akan bersama-sama mengaudit instansi pemerintah dan perusahaan di sektor kelapa sawit dalam penyelidikan dugaan mafia telah menaikkan harga minyak goreng domestik selama berbulan-bulan.

Pemerintah telah menuntut audit perusahaan kelapa sawit, termasuk ukuran lahan, kemitraan dengan petani kecil dan pengembalian pajak.

Indonesia, produsen minyak sawit terbesar di dunia, telah dituduh korupsi dalam penerbitan izin ekspor minyak sawit oleh seorang pejabat senior kementerian perdagangan dan tiga eksekutif perusahaan.

READ  Ekonomi digital Indonesia, Mtech Bets sangat streaming

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.