Jaminan permainan Papua diatur, aman dan terlindungi

Sebelum upacara pembukaan Pesta Olahraga Nasional ke-20 di Papua pada Sabtu 2 Oktober, Kapolri Listyo Sijit Prabowo melakukan pemeriksaan terakhir dengan mengunjungi beberapa tempat olahraga di Jayapura. Dalam kunjungan kerjanya, bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Zinedine Amali, Kamis, Jenderal Prabowo meyakinkan bahwa acara multi-olahraga akan berjalan dengan tertib, aman dan terlindungi.

Untuk upacara pembukaan, panitia menyiapkan dua pertunjukan kembang api yang spektakuler di Stadion Lucas Enyembe dan Jembatan Uteva.

Meski upacara pembukaan acara akan berlangsung pada Sabtu, 2 Oktober, banyak atlet yang berpartisipasi telah mengikuti berbagai acara.

Hasilnya, beberapa kabupaten berhasil meraih medali. Hingga Kamis pukul 09:00 WIB, Jakarta masih memuncaki klasemen perolehan medali dengan perolehan 34 medali, terdiri dari 17 emas, delapan perak, dan sembilan perunggu.

Papua menempati posisi kedua dengan total 25 medali (13 emas, tiga perak, dan sembilan perunggu), sedangkan Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali menempati posisi ketiga, keempat, dan kelima.

Pesta Olahraga Papua, yang diselenggarakan oleh kota Jayapura dan provinsi Jayapura, Mimika, dan Merauk dari 2 hingga 15 Oktober, akan diikuti oleh sekitar 6.400 atlet dan 3.500 ofisial dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Atlet bertanding dalam 37 cabang olahraga, antara lain Pencak Silat, Wushu, sepak bola, atletik, renang, loncat indah, bulu tangkis, dan panahan.

Lapangan olahraga yang diperiksa Jenderal Prabowo sebelum upacara pembukaan resmi adalah lapangan tenis, lapangan sepak bola, dan kolam loncat.

Berita terkait: Mabes Polri kirim 100 imunisasi ke PON Papua XX

Dalam kunjungannya, ia meninjau penggunaan aplikasi pemantauan PeduliLindungi di stadion olahraga, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah dan memitigasi COVID-19. Lihat juga detail keamanannya.

READ  Bulu Tangkis: Tanpa Hendrawan, Seu Bock akan menjadi pemandu Zii Jia di Inggris

Prabowo menghimbau kepada Panitia Penyelenggara Pesta Olahraga Nasional PON ke-20 untuk terus menggarisbawahi pentingnya kepatuhan protokol kesehatan melalui pengeras suara.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelumnya meminta seluruh atlet, ofisial, anggota panitia penyelenggara, dan penonton untuk mematuhi protokol kesehatan ketat COVID-19 selama dimulainya acara.

Direktur Jenderal Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri, Saverizal, mengumumkan Instruksi Menteri Karnavian No. 46/2021, dalam keterangan yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Sfrizal menekankan bahwa kepatuhan terhadap protokol kesehatan adalah kunci keberhasilan acara multi-olahraga terbesar di negara itu.

Berita terkait: Cakupan vaksinasi di wilayah PON Papua tembus 60 persen

Sesuai dengan instruksi menteri, semua atlet yang berpartisipasi, ofisial, anggota panitia penyelenggara, penonton dan penduduk setempat yang tinggal di dekat stadion olahraga harus divaksinasi.

Mereka semua harus menangkap setidaknya tembakan COVID-19 pertama mereka, katanya, seraya menambahkan bahwa penonton akan dibatasi dan pertemuan menonton, yang dikenal secara lokal sebagai “nonton bareng”, telah dilarang.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19 pada saat PON 20 di Papua, pihak berwenang harus memastikan bahwa para tamu, serta penonton, dapat menunjukkan hasil PCR atau tes antigen yang valid.

Saverizal mengatakan, semua tamu dan pengunjung wajib membawa sertifikat vaksinasi bakti, seraya menambahkan bahwa fasilitas medis dengan petugas kesehatan telah didirikan di daerah-daerah tertentu untuk melayani mereka yang membutuhkan.

Berita terkait: PON Papua: Penonton Wajib Imunisasi Lengkap

Untuk itu, dia menegaskan, Kemendagri bekerja sama dengan instansi pemerintah, seperti dinas kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Satgas Covid-19, dan Panitia Penyelenggara Pertandingan Nasional PON.

Sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan “3M”, Home Office meningkatkan kampanyenya untuk mendorong orang memakai masker di kota-kota yang akan menjadi tuan rumah bersama pertandingan, katanya.

READ  Studi Manajemen Pengalaman Pelanggan Telecom Indonesia 2021

Terkait situasi keamanan di Papua, sebelumnya Kapolda Papua Irjen Pol Matthews Fakhiri mengatakan, gangguan keamanan yang dilakukan oleh teroris bersenjata Papua tidak akan mengganggu jalannya pertandingan.

Oleh karena itu, seperti yang diumumkan dalam pernyataannya pada 14 September 2021, Al-Fakhiri mengimbau para atlet dan ofisial yang berpartisipasi untuk tidak khawatir, karena sekitar 8.000 personel keamanan akan mengamankan acara tersebut.

Ia menambahkan, situasi keamanan di empat wilayah penyelenggara Pesta Olahraga Nasional PON masih stabil, karena jauh dari wilayah yang sering ditemui teroris separatis bersenjata di Papua.

Berita terkait: PON: 1.500 tentara dan polisi akan dikerahkan ke Mimica

Selain jaminan keamanan Polda Papua, Dewan Olahraga Indonesia (KONI) – Pemprov DKI Jakarta telah melakukan upaya pencegahan dengan menempatkan 20 petugas kepolisian di satuan Jakarta.

Keikutsertaan aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya dalam unit tersebut bertujuan untuk melindungi dan mengamankan para ofisial, pelatih, dan 735 atlet yang bertanding di Papua.

Kantor KONI-Jakarta juga membantu personel TNI AL di Lantamal 1 dan 11 (Lantamal) TNI AL dan Mimica untuk mengamankan unit tersebut, menurut Kepala Kantor KONI-Jakarta Djamhuron Wibowo.

Ia menambahkan, pihaknya mematok target menjadi juara Papua Games dengan perolehan 171 medali emas.

Pesta Olahraga Nasional PON ke-20 di Papua yang akhirnya bisa digelar setelah sempat tertunda satu tahun akibat pandemi global COVID-19, menjadi tonggak sejarah dalam sejarah Indonesia.

Berita terkait: Gangguan keamanan teroris bersenjata tidak akan mengganggu PON: Polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *