Menunggu keberhasilan Papua menjadi tuan rumah Pesta Olahraga Nasional ke-16 untuk Orang Berkebutuhan Khusus

TEMPO.CODan PapuaPapua kembali menjadi sorotan media di Indonesia karena akan menjadi tuan rumah Paralimpiade Nasional (Piparnas) ke-16 pada 2-15 November setelah sukses besar menggelar Pesta Olahraga Nasional (PON) ke-20 pada 2-15 Oktober.

Berbeda dengan PON yang menampilkan 37 event yang diselenggarakan di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Mimika dan Merawaki, Peparnas hanya diselenggarakan oleh Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, dan memiliki 12 event.

Jika sedikitnya 6.400 atlet dan 3.500 ofisial dari 34 provinsi seluruh Indonesia mengikuti PON, Peparnas akan memiliki 1.935 atlet dan 740 ofisial dari seluruh provinsi.

Atlet akan bertanding dalam angkat besi, sepak bola Celebral Palsy, judo, bulu tangkis, atletik, catur, panahan, renang, panahan, bocha, tenis meja dan tenis kursi roda untuk mengamankan medali untuk negara mereka.

Salah satu atlet yang berlaga di Para Games di Papua adalah Leni Ratri Oktila, pebulu tangkis Indonesia yang meraih dua emas dan satu perak di Paralympic Games Tokyo 2020.

Berbagai provinsi menyiapkan pemberangkatan atletnya ke Papua. Misalnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberhentikan band ibu kota di Plaza Amphitheatre di Gelanggang Olahraga Ragunan pada 29 Oktober.

Dalam acara tersebut, ia meminta kepada skuat 190 Jakarta untuk menjaga kekompakan tim dengan saling membantu dan mendukung antar pembawa lambang Jakarta.

Anis Baswedan mengatakan, skuat DKI Jakarta harus punya cita-cita dan berusaha keras untuk mencapainya, sembari menghimbau para atlet peserta untuk bekerja keras dan mengharumkan nama Jakarta.

National Paralympic Committee (NPC) – Kantor Jakarta telah menetapkan tujuan mengamankan sepuluh besar dalam tabel medali di semi-game. Meski demikian, Gubernur Baswedan berharap skuat Jakarta masuk lima besar perolehan medali.

Skuad Jakarta Papua Para Games terdiri dari 97 atlet, 48 pelatih/atlet, 4 pendamping kebutuhan khusus, dan 41 staf pendukung.

Sementara itu, Panitia Paralimpiade Nasional Sumut mengirimkan 66 atlet yang akan bertanding di cabang atletik, tenis meja, catur, angkat besi, bulu tangkis, judo, tenis kursi roda, menembak dan panahan.

Menurut Kepala Biro NPC-Sumatera Utara Alan Sastra Ginting, atletnya sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk Para Games di Papua agar Sumut bisa mempertahankan prestasinya di Para Games Jabar 2016.

Upaya Sumut untuk mengulang prestasinya di Jawa Barat lima tahun lalu mungkin tidak nyaman karena Kalsel, misalnya, menargetkan 20 medali emas di cabang renang saja.

Pelatih renang NPC-Kalimantan Selatan, kantor Zuhriannor baru-baru ini mengatakan pihaknya telah menyiapkan 25 perenang terbaik untuk memperebutkan 20 medali emas. Pada Para Games Jawa Barat, Kalsel meraih 16 medali emas.

“Atlet kami sudah siap berangkat ke Papua untuk bertanding dan memenangkan pertandingan. Perenang kami akan berangkat pada 2 November,” tambahnya.

Terkait dengan digelarnya pertandingan anak perusahaan di Papua, Menteri Pemuda dan Olahraga Zinedine Amali menyatakan keyakinannya bahwa acara akan berlangsung dengan aman dan tenteram.

Dia mengatakan polisi, militer, dan Badan Intelijen Negara Indonesia (BIN) sedang melakukan yang terbaik untuk mengamankan dan melindungi acara multi-olahraga seperti yang mereka lakukan dengan sukses selama PON.

Selain kepercayaan Amalie, Kapolri Listio Sigit Prabowo meminta aparat kepolisian dan militer Papua tetap waspada, dengan alasan kemungkinan eskalasi aktivitas teroris separatis pada akhir tahun.

“Sebelum akhir tahun ini, isu-isu lokal kemungkinan akan meningkat,” katanya saat mengarahkan personel polisi dan militer saat melakukan roll call di Timica, Kabupaten Mimica, Provinsi Papua, pada 22 Oktober 2021.

Akibatnya, gangguan keamanan dapat meningkat karena meningkatnya intensitas aktivitas kelompok bersenjata Papua, katanya dalam roll call yang dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjijanto.

Prabowo mengatakan, sebagai bagian dari kehati-hatian, menjaga kewaspadaan dan kewaspadaan keamanan sangat diperlukan, seperti yang dilakukan saat Pesta Olahraga Nasional Papua (PON).

Ia menambahkan, “Silakan tetap waspada hingga akhir tahun ini. Keberhasilan kami baru-baru ini (mengamankan PON) membuat kami bangga. Tapi, jangan kaget karena ada misi yang harus diselesaikan.”

Dalam roll call yang digelar di Markas Brigade Infanteri Raider 20/IJK di Timika, Prabowo juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polri dan TNI yang terlibat mengamankan dan mengamankan kontrak PON.

Diselenggarakan bersama oleh kota Jayapura dan provinsi Jayapura, Mimica dan Merauki di tengah pandemi COVID-19, acara multi-olahraga itu strategis untuk Indonesia dan Papua.

Prabowo mencatat bahwa acara tersebut secara meyakinkan menunjukkan kepada masyarakat Indonesia dan masyarakat internasional bahwa Papua aman dan terlindungi, dan karenanya siap untuk menjadi tuan rumah acara berskala besar.

“Semua ini bisa terjadi karena kerja keras TNI, Polri dan berbagai elemen masyarakat,” ujarnya.

Prabowo juga menyinggung bagaimana polisi dan angkatan bersenjata Indonesia mampu menghentikan kelompok-kelompok kriminal yang berusaha mengganggu PON di Papua. Alhasil, kata Prabowo, acara berlangsung aman dan terkendali.

Sekali lagi diharapkan kerja keras TNI, Polri dan berbagai elemen masyarakat untuk menjamin 16 Pertandingan Nasional Itu dapat diadakan dengan cara yang aman dan aman seperti 20 PON.

sedang membaca: Pesta Olahraga Nasional Papua berakhir dengan Jawa Barat memuncaki perolehan medali secara keseluruhan

diantara

READ  Indonesia memiliki persediaan vaksin yang terbatas. Apakah memprioritaskan kelompok yang tepat? - Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *