Olahraga Indonesia beradaptasi dengan pandemi

Meja Berita (Jakarta Post)

Jakarta dan Maidan
Selasa, 13 Oktober 2020

2020-10-13
14:38
449
e22cd4161040e111d73a5626c4aa9ca9
1
Olahraga
#covid19taskforce, #pesan ibu, #pakaimask, #jaga jarak, #cuci tangan, #jarak sosial, #.
Gratis

Anggota komunitas olahraga profesional Indonesia termasuk di antara mereka yang harus memperlambat segalanya karena pandemi terus menggagalkan rencana untuk mengadakan acara rutin.

Satu liga dibatalkan, sementara yang lain ditangguhkan.

Liga bola basket nasional papan atas, Liga Bola Basket Indonesia (IBL), telah memutuskan untuk membatalkan musim 2020 setelah seri keenam karena penyelenggara menganggap terlalu berisiko untuk mengelola kompetisi selama pandemi.

Musim tahun ini awalnya dijadwalkan berlangsung dari Januari hingga Maret. Namun, akibat wabah yang melanda negara itu pada Maret lalu, operator memutuskan untuk menunda imbauan tersebut beberapa kali sebelum akhirnya membatalkannya.

“Setelah penundaan, Liga 2020 dijadwalkan untuk dilanjutkan dari 13 hingga 27 Oktober, dan kami telah melakukan persiapan untuk itu,” kata Presiden FIFA Jonas Miradiarcia dalam konferensi pers virtual, Rabu. Kompas.com.

Namun, mengingat perkembangan terakhir dalam pandemi, mengingat bahwa kami di sini untuk mendukung pemerintah [in tackling the coronavirus]Kami telah memutuskan untuk membatalkan musim 2020. Kami telah mendiskusikannya secara internal dan kami percaya bahwa ini adalah keputusan terbaik untuk semua orang.”

Penyelenggara mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa musim 2020 berakhir tanpa juara, tetapi semua statistik masih tercatat. Lebih lanjut, penyelenggara mengatakan mereka akan terus memberikan hadiah individu, yang akan diumumkan pada 18 Oktober.

Junas mengapresiasi semua dukungan yang diberikan oleh semua pihak, terutama yang berperan besar dalam menyiapkan protokol kesehatan sambil mempersiapkan dimulainya kembali liga.

READ  Tim-tim Indonesia sedang mengincar peringkat tiga besar di Asian Rugby Sevens Cup

Sementara itu, liga sepak bola papan atas negara itu, Liga 1, tetap ditangguhkan karena pihak berwenang belum mengeluarkan persetujuan untuk melanjutkan pertandingan karena jumlah kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di Indonesia terus meningkat.

Pada 28 September, Polri menyatakan belum memberikan persetujuan untuk dimulainya kembali La Liga dan Divisi II.

“Sehubungan dengan rencana dilanjutkannya Liga 1 dan Liga 2 pada 1 Oktober, Polri memutuskan untuk tidak mengeluarkan izin pengumpulan karena meningkatnya kasus terkonfirmasi COVID-19,” kata Inspektur Juru Bicara Polri. Jenderal Argo Yoono.

Liga 1 musim ini dimulai pada Februari, sedangkan Liga 2 dimulai pada November 2019.

Senada dengan sikap kepolisian, Presiden Persatuan Sepak Bola Indonesia (FA) Muhammad Iriawan secara resmi mengumumkan penundaan dua liga tersebut selama sebulan.

Epidemiolog Dickie Bodman dari Universitas Griffith Australia setuju dengan keputusan PSSI untuk menangguhkan jurnal.

“Apapun kegiatannya, jika kita masih memiliki prevalensi yang tinggi [of COVID-19 cases]”Risiko penularan virus masih tinggi,” kata Dickey mengutip Dickey. Kompas.com pada 30 September, menambahkan bahwa menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola yang menarik banyak orang akan menghancurkan upaya negara untuk mengekang virus.

Liga 1 Arima FC telah menolak untuk merasa lemah, dan mengatakan dia tetap optimis tentang dimulainya kembali liga. Sementara itu, pelatih Persep Bandung Robert Rainey Alberts mengatakan situasi yang tidak terduga telah berdampak besar pada para pemainnya.

Di tempat lain, lebih dari 700 atlet taekwondo di lapangan Sumatera Utara melakukan tes tingkat atas di aula administrasi Sumatera Utara di Dilisirdang pada hari Minggu karena penyelenggara menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Protokol tersebut mewajibkan peserta untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh, mencuci tangan, dan mengenakan masker atau pelindung wajah sebelum memasuki venue.

READ  Super Air Jet menciptakan parit pasca-pandemi yang lebih luas untuk kerajaan Rusdee Kirana

“Selama tes, para peserta berdiri terpisah 1 meter satu sama lain,” kata penyelenggara Hamdani Siahputra. (nkn/uni)

Catatan Editor: Artikel ini merupakan bagian dari kampanye publik oleh Gugus Tugas COVID-19 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pandemi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.