Parlemen Indonesia akan melakukan pemungutan suara untuk reformasi pajak besar-besaran

JAKARTA (Reuters) – Parlemen Indonesia pada Kamis akan memberikan suara untuk mendukung usulan pemerintah untuk perubahan pajak paling ambisius di negara ini, termasuk menaikkan tarif PPN dan mencabut pajak karbon baru dan rencana pemotongan pajak perusahaan.

Foto file: Kursi di ruang sidang utama di gedung parlemen sebagian besar kosong karena kunjungan dibatasi untuk mencegah penyebaran wabah virus corona (Pemerintah-19) selama pidato kenegaraan tahunan Presiden Indonesia Joko Widodo. , Menjelang Hari Kemerdekaan negara di Gedung DPR Jakarta, Indonesia, 16 Agustus 2021. via Ahmad Ibrahim / Pool REUTERS

Pemerintah mengatakan RUU penyesuaian pajak bertujuan untuk meningkatkan pengumpulan pendapatan setelah kas negara sukses besar karena epidemi Pemerintah-19 tahun lalu.

Tetapi beberapa kelompok bisnis dan analis mempertanyakan waktu kenaikan pajak yang direncanakan, dengan mengatakan pemulihan ekonomi dari epidemi terlihat lebih lemah.

Menurut salinan yang ditinjau oleh Reuters, tarif PPN atas penjualan hampir semua barang dan jasa harus dinaikkan dari 10% sekarang menjadi 11% April mendatang dan menjadi 12% pada tahun 2025.

Ini akan menjaga tarif pajak perusahaan tidak berubah pada 22% dibandingkan dengan rencana sebelumnya untuk menguranginya menjadi 20% tahun depan. Langkah-langkah lain dalam RUU tersebut termasuk tarif pajak penghasilan yang lebih tinggi untuk individu kaya, pemotongan pajak penghasilan bagi kebanyakan orang, pajak karbon baru dan skema pengabaian pajak baru.

RUU itu telah disetujui oleh Komisi Keuangan Parlemen minggu lalu. Parlemen umumnya mengikuti persetujuan Komisi.

Pemerintah telah membuat beberapa konsesi dari rencana awalnya. Awalnya, ia berusaha menaikkan PPN menjadi 12% sekaligus. Ini juga membatalkan rencana untuk mengenakan pajak minimum pada perusahaan merugi yang diduga melakukan penghindaran pajak.

READ  Melihat Perempuan dalam Pengelolaan Sampah Plastik: Contoh dari Indonesia

Ekonom Maybank Indonesia Myrtle Gunardo mengatakan perubahan dari proposal awal adalah mendukung keuangan publik dan pemulihan ekonomi.

“Dampak dari perubahan PPN bertahap tidak akan terlalu parah pada inflasi … dan pemotongan pajak dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan konsumsi,” katanya.

Langkah-langkah tersebut akan membantu pemerintah mencatat pendapatan yang lebih tinggi tahun depan, yang akan mengurangi defisit fiskal dan membantu pejabat mencapai tujuan mengurangi defisit anggaran menjadi 3% dari PDB pada tahun 2023, kata ekonom kota Helmy Armon.

Namun, media lokal melaporkan bahwa beberapa kelompok bisnis, seperti Asosiasi Operator Pusat Perbelanjaan, telah meminta parlemen untuk menunda kenaikan PPN sampai masyarakat dapat memperoleh kembali daya beli.

Laporan Gayatri Suriyo; Diedit oleh Kim Gokil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *