PRI, pemberi pinjaman terbesar di Indonesia, telah mengakuisisi dua lembaga keuangan

Bank Rakyat Indonesia (PRI), pemberi pinjaman terbesar negara itu, berencana mengakuisisi dua lembaga keuangan milik negara dan mendirikan perusahaan induk, kata Menteri Keuangan Shri Mulyani Indira, Senin.

Muliani mengatakan dalam sidang parlemen bahwa PRI yang dikendalikan negara akan mulai mengangkat masalah hak untuk mengganti Bounshop Chain Pegadian milik negara dan pemberi pinjaman mikro Permotalan National Madani (PNM) dalam waktu satu tahun.

Dia mengatakan pemerintah akan mempertahankan sebagian kecil saham di perusahaan dengan hak menunjuk dewan direksi mereka.

Pemerintah saat ini memegang 56,75% saham PRI, sedangkan Pegadeen dan PNM dimiliki sepenuhnya oleh negara.

Menteri mengatakan, perusahaan induk akan mengizinkan Pegadion dan BNM memberikan pendanaan murah kepada PRI, tetapi meyakinkan bahwa PRI tidak akan “merusak” bisnis mereka.

“Nilai transaksi masih dinilai secara independen oleh Kantor Penilaian Publik,” kata Mulyani.

PRI, Pegadian dan PNM tidak menanggapi permintaan komentar.

Laporan media mengatakan akuisisi akan membantu anggota parlemen mengurangi pengeluaran perusahaan dan meningkatkan jaringannya di daerah terpencil, dengan anggota parlemen dalam sidang terpisah pada hari Senin.

Proyek ini harus mendapat persetujuan parlemen.

Per September, Begadayan memiliki total aset 70,88 triliun rupee ($ 5,06 miliar) dan BNM senilai 26,45 triliun rupee.

Tahun lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara Eric Tohir mengatakan pemerintah sedang menjajaki kerja sama antara ketiga perusahaan tersebut.

PRI yang terinfeksi virus Corona melaporkan pendapatan bersih 18,66 triliun rupee pada tahun 2020, turun 45,78% dari tahun sebelumnya, menurut data perusahaan. Nilai propertinya 1.511,8 triliun rupee.

Reuters

READ  Badai Seroja mendatangkan malapetaka di Indonesia, meningkatkan korban tewas menjadi 177

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *