Rahargati Norsiamsa mengalahkan rekor pendakian dunia Frederick Leonardo

…Aku lengah.

Mimica, Papua (Antara) – Atlet Jabar Raharjati Nursyaimsa berpeluang menggantikan wakil Kalbar Federic Leonardo sebagai pemegang rekor dunia sprint climbing putra dengan prestasi mencengangkan di Pekan Olahraga Nasional Papua (PON) XX.

“Hari ini, Norsiamsa berhasil mencatatkan waktu 5,14 detik – sebuah pencapaian yang luar biasa,” kata Rudi Vetriano, Ketua I Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), saat konferensi pers di SP2 Arena Panjat Tebing, Kabupaten Mimika. , pada hari Jumat.

Rekor tersebut dicetak oleh wakil Jawa Barat pada babak semifinal Perebutan Rekor Dunia Kecepatan Perorangan Putra PON XX Papua melawan Aspar Jaelolo dari Jakarta.

Prestasi tersebut lebih baik dari rekor dunia 5,208 detik yang dibuat Leonardo saat ini saat mengikuti Final Piala Dunia Pendakian Dunia IFSC 2021 di Salt Lake City, AS.

Namun, Norsiamsa gagal merebut emas karena kehilangan pegangan di tembok dan terjatuh saat berhadapan dengan atlet Kalimantan Barat itu.

Bahkan, Leonardo juga terpeleset di waktu yang sama dengan pendaki Jawa Barat itu.

Baca juga: Pasangan Panjat Tebing Papua Raih Medali Emas di PON XX

Namun, atlet Kalbar itu mampu tetap berpegangan pada tembok sehingga mampu terus menanjak hingga puncak.

“Saya dengar sebelumnya atlet Jabar itu mencatatkan waktu 5,14 detik, itu bagus. Tapi, saya hanya ingin fokus pada pertandingan,” tegasnya.

Sementara itu, Norciamsa mengaku sedikit puas dengan waktu yang ia cetak sebelum final.

“Mungkin karena saya sangat puas dengan hasil pertandingan sebelumnya jadi saya lengah. Saya akan mengevaluasi diri saya sendiri.”

Namun, FPTI masih harus menjalani banyak prosedur agar prestasi Norciamsa diakui oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC).

READ  Kapal selam Indonesia yang hilang tenggelam dan ditemukan retak terbuka oleh regu penyelamat

Vetriano melaporkan bahwa FPTI pertama kali diminta untuk mengurus perizinan tempat, fasilitas, dan peralatan yang digunakan dalam kompetisi dengan IFSC.

“Hanya dengan demikian prestasi tersebut dapat diakui oleh International Financial Services Commission,” tegasnya.
Berita terkait: Tim Panjat Tebing Putri Juara I NTB PON Emas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *