Sektor kehidupan rebound lagi di jam pertama dengan pemulihan ekonomi

Budi Tambopolon, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, mengatakan industri asuransi jiwa di Indonesia mencatat total pendapatan Rp 119,74 triliun ($ 8,41 miliar) pada semester pertama tahun ini, naik 64,1% dibandingkan periode yang sama tahun ini. .masa lalu. (AAJI).

Pendapatan untuk paruh pertama tahun 2021 juga 5% lebih tinggi dari yang tercatat pada paruh pertama tahun 2019, sebelum pandemi COVID-19 muncul dan menyebar ke seluruh dunia, dilaporkan. Mandiri.

Berbicara pada konferensi media pada 14 September, Bapak Bodhi mengatakan: “Industri asuransi jiwa mencatat total pendapatan premi sebesar Rp 104,7 triliun, dengan pertumbuhan 17,5%, dan kinerja positif juga terlihat dari pertumbuhan premi bisnis baru. yang mencapai 27,4%.

Dia mengatakan, statistik tersebut dikumpulkan dari laporan keuangan yang tidak diaudit dari 59 perusahaan asuransi jiwa.

“Jika kita bandingkan semester I 2021 dengan semester I 2019 yang tidak terdampak Covid-19, industri kita masih bisa tumbuh 5%,” tambahnya.

Pertumbuhan sektor ini didukung oleh pemulihan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun 2021 ketika PDB meningkat sebesar 7,07% year-on-year. Hal itu didorong oleh meningkatnya daya beli, serta meningkatnya kesadaran berasuransi jiwa akibat pandemi COVID-19.

Bapak Bodhi mengatakan bahwa pihaknya berusaha menjaga momentum positif ini dengan meningkatkan kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan.

READ  Sengketa minyak sawit memicu pemungutan suara Swiss tentang pakta perdagangan dengan Indonesia - Pasar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *