Tim penyelamat Indonesia menggali orang-orang yang terkubur dalam tanah longsor

LAMPATA, Indonesia (AP) – Tim penyelamat menggali di wilayah timur terpencil Indonesia di tengah puing-puing tanah longsor pada hari Selasa untuk mencari hingga 21 orang yang diyakini terkubur dalam salah satu dari beberapa bencana yang disebabkan oleh cuaca buruk di negara Asia Tenggara dan negara tetangga. timur. Timur.

Lebih dari belasan desa terdampak longsor yang terjadi pada hari Minggu di Pulau Limpata, yang terjadi saat hujan deras menyebabkan jatuhnya lahar padat dari letusan gunung berapi pada bulan November di lereng gunung berapi Ili Lyotoluk. Setidaknya 16 orang telah dipastikan tewas, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia.

Ratusan polisi, tentara, dan penduduk menggali puing-puing dengan tangan kosong, sekop dan sekop, untuk mencari yang terkubur, sementara hujan lebat menghalangi upaya mereka. Kerabat terisak-isak ketika mereka menyaksikan penyelamat mengeluarkan tubuh tanah liat, meletakkannya di atas tandu bambu dan membawanya untuk dimakamkan.

Tanah longsor dan banjir akibat hujan deras dari siklon tropis telah menewaskan sedikitnya 86 orang di beberapa pulau di Indonesia dan 27 orang di Timor Leste. Ribuan rumah telah rusak dan ribuan orang mengungsi akibat bencana tersebut, yang dapat diperburuk karena badai diperkirakan akan terus mempengaruhi wilayah tersebut selama beberapa hari saat bergerak ke selatan menuju Australia.

Upaya penyelamatan terhambat oleh cuaca dan keterpencilan daerah bencana. Jalan dan jembatan rusak di banyak tempat.

Badan Mitigasi Bencana Nasional menurunkan jumlah korban tewas pada Selasa menjadi 86 – turun dari 128 – setelah tim pencarian dan penyelamat memverifikasi data korban dan menemukan bahwa beberapa dari mereka yang telah dilaporkan oleh pejabat lokal masih hilang.

READ  Waktu hampir habis karena hilangnya kapal selam Indonesia saat Amerika Serikat bergabung dalam pencarian

Selain korban tewas, petugas bencana Indonesia mengatakan sedikitnya 98 orang hilang.

Presiden Joko Widodo mengadakan rapat kabinet pada hari Selasa untuk mempercepat upaya pencarian dan penyelamatan serta mendistribusikan bantuan, terutama kepada masyarakat di daerah terpencil.

“Jika kita tidak bisa ke sana lewat darat, saya minta agar kita cepat ke sana lewat laut dan udara,” kata Widodo, berjanji memulihkan listrik, layanan kesehatan, dan infrastruktur di daerah yang terkena dampak.

Tim penyelamat yang membawa delapan rig dan ton makanan dan obat-obatan akan dikerahkan dari Makassar, Sulawesi, kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Donnie Monardo, tetapi terhambat oleh kurangnya transportasi laut ke pulau-pulau terpencil. Dia meminta sektor swasta untuk mendukung upaya bantuan di daerah terpencil.

Tiga helikopter mulai berdatangan di daerah-daerah terpencil di pulau-pulau itu pada Selasa. Monardo mengatakan dua helikopter yang membawa polisi dan tentara diharapkan mendukung distribusi bantuan dan perbekalan serta transportasi korban luka, orang tua dan lainnya yang membutuhkan pertolongan.

Dwikorita Karnawati, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, mengatakan Topan Tropis Seroga telah menghasilkan gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat selama beberapa hari dan dampaknya diperkirakan berlangsung hingga Jumat.

___

Saya menyebutkan Carmini dari Jakarta, Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *