Transformasi digital kunci daya saing Indonesia: Menteri

JAKARTA (ANTARA) – Ekonomi digital Indonesia akan berlipat ganda nilainya menjadi US$146 miliar pada 2025, dan akselerasi digital menjadi kunci peningkatan daya saing nasional, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Erlanga Hartardo.

“Percepatan transformasi digital adalah kunci untuk membuka potensi daya saing global dan pertumbuhan jangka panjang kita, memanfaatkan peluang pasar baru dan memberdayakan masyarakat dan bisnis, terutama untuk pemulihan pascapandemi,” kata Menkeu dalam keterangan resmi yang diterima, Senin, September. . 19.

Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, pemerintah menyusun Peta Jalan Digital Indonesia 2021-2024, yang mencakup 100 inisiatif utama untuk meningkatkan infrastruktur digital di 10 sektor prioritas.

Pemerintah sedang mengembangkan kerangka ekonomi digital nasional untuk mendorong kerja sama dan mendorong sinergi di antara semua pemangku kepentingan terkait, memastikan prioritas fondasi ekonomi digital Indonesia, memaksimalkan berbagai upaya untuk mempromosikan ekonomi digital, dan memastikan inklusivitas dan keberlanjutan.

Selain itu, infrastruktur pendukung juga menentukan keberhasilan transformasi digital, sehingga mereka terus fokus pada peningkatan fasilitas infrastruktur, baik fisik maupun digital, mulai dari pembangunan jaringan serat optik, menara BTS, pusat data, dan satelit berkinerja tinggi (HTS). Untuk pengembangan jaringan 5G.

Berita terkait: Kementerian siap menjadi tuan rumah Digital Transformation Expo di KTT G20

Pemerintah sedang mengembangkan sumber daya manusia untuk memenuhi permintaan keterampilan digital dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian penting dari kurikulum pendidikan dan kejuruan. Pasar kerja telah berubah karena transformasi teknologi digital.

Salah satu latihan yang menganut digitalisasi adalah Skema Kartu Prakerja, yang memungkinkan pekerja, pencari kerja dan pemilik UMKM untuk memperoleh keterampilan baru atau meningkatkan keterampilan yang ada.

“Menerbitkan regulasi yang adaptif, gesit, dan progresif pada akhirnya menjadi salah satu syarat penting dalam menciptakan lingkungan bisnis digital yang sehat,” tutup Hartardo.

READ  Indonesia memiliki $ 50 miliar dalam perdagangan bilateral dengan India pada tahun 2025

Berita terkait: Menteri, Dubes China bahas kerja sama komunikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.