Usia hanyalah angka bagi atlet yang bersaing untuk mendapatkan emas catur

Semangat Jamadi luar biasa, meski minim (pengalamannya mengikuti) kompetisi nasional dan internasional, kami yakin dia bisa memberikan medali dan prestasi terbaik untuk Indonesia.

Langkahnya lambat tapi pasti, dan kadang-kadang, dia memperbaiki topinya untuk menutupi rambutnya yang mulai beruban, yang membuat usianya hilang.

Di hotel tempat diadakannya pertandingan catur, Jamadi, atlet catur Para berusia 61 tahun, dengan hati-hati merencanakan langkahnya untuk mengharumkan nama Indonesia di Pesta Olahraga Catur ASEAN Para 2022.

Meski sudah tua dan berpenampilan sederhana, semangat pria asal Semarang ini tetap membara untuk tanah air.

Di antara 324 atlet Indonesia yang berlaga di ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia Tenggara itu, Jamdi merupakan atlet tertua dari segi usia.

Lahir di Semarang, 8 Juli 1961, berlaga di kategori VI-B2 atau Tunanetra.

Ayah dua anak ini berkompetisi dalam tiga cabang catur – standar, cepat dan langsung, baik dalam format individu maupun tim.

Berita terkait: APG: Indonesia raih tujuh medali emas di hari pertama

rajin berlatih

Jamdi tidak asing dengan dunia catur: ia telah memainkan permainan sejak kecil yang membutuhkan strategi dan konsentrasi tingkat tinggi.

Dia sering mengikuti turnamen di tingkat lokal dan menjadi salah satu pemenang podium, memenuhi rumahnya dengan hadiah.

Ketertarikan Al-Jamadi pada catur begitu besar sehingga ia terus bermain olahraga bahkan setelah mata kanannya terluka dalam sebuah kecelakaan pada tahun 2006.

Meski matanya buruk, Al-Jamdi tetap rajin mengasah otaknya dengan rutin bermain catur.

“Kalau belajar (teori) setiap hari tanpa latihan, itu sulit,” kata Jamadi. Antara Di Hotel Lorin Dwangsa Solo sebelum pertandingan melawan Vietnam.

READ  Baca cepat, 26 September 2021

Untuk itu, Jumadi, mantan karyawan sebuah perusahaan pemasaran di Semarang, hidup dengan prinsip pantang berhenti untuk berlatih.

Baginya, usia tua dan penglihatan yang buruk bukan berarti ia harus menyerah dan menerima nasib, melainkan tetap semangat untuk berjuang di bidang yang digelutinya.

Jamadi mengatakan dia berlatih setidaknya dua jam sehari dengan teman-temannya, biasanya di malam hari, setelah melakukan sholat magrib.

Dia berlatih catur tanpa beban karena baginya itu adalah hobi mengasah keterampilan, dan olahraga kasual.

“Orang yang berpikir (banyak) harus banyak. Kalau tidak aktif itu tidak sehat,” tambahnya.

Sementara itu, mengenai pembaruan atlet, ia berharap banyak bermunculan atlet semi baru dengan menyelenggarakan kompetisi di tingkat daerah.

Berita terkait: Presiden menghadiri upacara penutupan ASEAN Para Games

Pertandingan pertamanya dengan ASEAN

Jamdy pertama kali menjadi sorotan saat mengikuti Pekan Nasional Paralimpiade (Paparnas) ke-16 di Papua pada tahun 2021.

Saat itu, ia meraih satu emas dan dua perunggu untuk unit Provinsi Jawa Tengah.

Di Papua Piparnas, ia meraih medali emas dalam catur klasik individu B2/3, satu medali perunggu dalam catur klasik grup, dan satu medali dalam catur kecepatan individu.

Berkat kemenangannya di Pekan Paralimpiade Nasional ke-16, Jamadi sukses mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas) lima bulan di Solo yang diselenggarakan untuk tim catur Paralimpiade di ASEAN Paralympic Games 2022.

Diklat nasional dilaksanakan dari Senin hingga Sabtu dan dibagi menjadi dua sesi, pagi dan sore.

ASEAN Paralympic Games ke-11 di Solo merupakan kompetisi internasional pertama yang diikuti Gumadi. Karena itu, ia mengincar medali untuk negaranya bersama 17 atlet catur lainnya.

READ  GoT akan membuat debut yang kuat, mengangkat mood untuk sektor teknologi Indonesia

Menjelaskan pemilihan Para Games Jamadi, Manajer Tim Catur Nasional Heri Isranto mengatakan dia menganggapnya sebagai pemain yang rajin dan bersemangat yang mencuri pusat perhatian, yang menyebabkan pemilihannya untuk memperkuat tim Indonesia untuk olahraga dua tahunan Asia Tenggara. multi-acara.

“Semangat Al-Jamdi luar biasa, meski (pengalamannya mengikuti) kompetisi nasional dan internasional masih kurang, kami yakin dia bisa memberikan medali dan prestasi terbaik bagi Indonesia,” kata Esranto saat mendampingi para pecatur di ASEAN Para Championship. Mainan.

Ia menambahkan, semangat dan karya Jamadi diharapkan bisa menjadi contoh, khususnya bagi para pecatur atau atlet muda yang diharapkan bisa menggantikan posisi orang dewasa.

Sementara itu, pelatih catur Indonesia National Paralympic Committee (NPC) Teddy Wiharto mengatakan selain di nomor individu, Jamdi juga berlaga di kategori tim B2 putra bersama Jayoh Satrio dan Aji Hartono, yang juga diharapkan bisa menyumbangkan medali.

Berita terkait: APG 2022: Indonesia raih emas pertama bulu tangkis

Tim catur Indonesia yang terdiri dari 18 pemain ini telah mematok target meraih sedikitnya sembilan medali emas.

Diharapkan Al-Jamdi dan para atlet lainnya bisa memberikan yang terbaik untuk skuad Merah Putih Indonesia.

Memang, kehadiran Jamadi di ASEAN Para Games 2022 memang sebuah kemenangan. Dia telah mengatasi batas fisiknya dan menghancurkan mitos tentang penuaan.

Dengan ketekunan, kerja keras, dan kecintaannya pada catur, Jamdi menjadi inspirasi bagi semua orang dan menjadi bukti bahwa tidak ada batasan fisik dan usia yang bisa membanggakan negeri ini.

Berita terkait: Indonesia raih tiga medali emas renang pada hari kedua APG 2022

Berita terkait: Sekitar 17 peserta APG terpapar COVID-19: Inaspoc

READ  Sepak Bola: Pelatih Park Hang Seo dan rekan satu timnya siap untuk gol utama di tahun 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.