Veddriq Leonardo mencetak rekor dunia untuk kecepatan pendakian; Menteri memuji serikat pekerja

TEMPO.CODan JakartaPemanjat tebing Indonesia Federic Leonardo Mencetak rekor dunia 5.208 detik dalam Final Piala Dunia Pendakian IFSC 2021 yang diadakan pada tanggal 18 Mei, di Salt Lake City, Amerika Serikat

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali memuji Persatuan Panjat Tebing Indonesia (PB FPTI) yang telah mengantarkan Yeni Waheed mencetak atlet kelas dunia yang membuat potret Indonesia di kancah internasional.

Rindu Yeni Cold selaku Ketua PB FPTI telah mendemonstrasikan perkembangan atlet yang skematis dan berkelanjutan. “Sebagai seorang menteri, saya membantunya dan berterima kasih padanya,” kata Zinedine dalam siaran persnya, Minggu.

Zainuddin berharap para pemanjat tebing Indonesia bisa terus menorehkan prestasi di ajang internasional lainnya. Apalagi panjat tebing merupakan salah satu cabang olahraga pionir yang disebutkan dalam Grand Design Olahraga Nasional yang bertujuan untuk mengamankan prestasi di Olimpiade.

Dua atlet panjat tebing Indonesia, Federic Leonardo dan Kerumal Katibin, memecahkan rekor dunia panjat tebing putra dunia pada Sabtu, 29 Mei lalu.

Kerumal Kateben, yang baru saja melakukan debutnya di IFSC Climbing World Cup, sebelumnya mencetak rekor dunia pada balapan pertama babak kualifikasi, memanjat tembok setinggi 15 meter dalam waktu 5,258 detik saat menghadapi atlet tuan rumah Darren Skolnick. Rekor tersebut lebih cepat 0,222 detik dari waktu terbaik dunia yang dicetak oleh Iran Reza Aliborchinazandivar di Nanjing, China pada April 2017.

Beberapa jam kemudian, Federic Leonardo Dia memecahkan rekor dunia lagi, mengalahkan rekan senegaranya di babak terakhir. Ia sukses meraih medali emas dengan catatan waktu 5,208 detik.

dalam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *