KabarTotabuan.com

Memperbarui berita utama dari sumber Indonesia dan global

entertainment

Anggota Dewan mengatakan kenaikan pajak hiburan dapat menyebabkan peningkatan pengangguran di Jakarta

TEMPO.CO, JakartaKeputusan Pemprov DKI menaikkan pajak hiburan hingga 40 persen mendapat penolakan dari berbagai pihak, termasuk Ketua DPRD DKI Prasetyo Eddi Marsudi.

Prasetyo Eddy mendesak pemerintah kota untuk mempertimbangkan kembali dampak kenaikan pajak di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa kebijakan tersebut akan membuat pengusaha gulung tikar dan berdampak pada penurunan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kalau ini berujung pada bangkrutnya pengusaha, pendapatan kita dari mana? Ini perlu dikaji ulang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu, 17 Januari.

Ia meminta otoritas terkait mencari langkah terbaik untuk mengantisipasi dampak kebijakan tersebut, seperti kemungkinan terjadinya PHK terhadap pekerja. Dia menegaskan, gelombang PHK bisa meningkatkan angka pengangguran di ibu kota. “Hal ini akan saya bahas pada rapat pimpinan Rapim dengan Babanda (Badan Pajak Daerah),” imbuhnya.

Anggota dewan yang akrab disapa Kuningan itu mengatakan, meningkatnya angka pengangguran akan menghambat upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Pemerintah daerah harus mengambil keputusan yang bijaksana, [they should first] Lihatlah demografinya. Kalau seluruh pengusaha dikalikan 40 persen [tax]mereka [businesses] Dia akan pergi. “Mereka akan tutup dan akan banyak PHK,” kata Prasetyo Eddy.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI menaikkan pajak tempat hiburan, termasuk diskotik, karaoke, klub malam, bar, dan spa, menjadi 40 persen dari 25 menjadi 35 persen berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi (PERDA) Nomor 1 Tahun 2024 yang ditandatangani oleh Gubernur Jakarta Pj Hiro Bodhi Hartono pada tanggal 5 Januari 2024.

Motya Yuantisia

Pilihan Editor: 10 negara dengan skor IQ tertinggi di dunia

klik disini Memperoleh Update berita terkini dari Tempo di Google News

READ  Hits, film hits di IndiHome |

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

"Pemikir jahat. Sarjana musik. Komunikator yang ramah hipster. Penggila bacon. Penggemar internet amatir. Introvert."