Australia angkat duta besar wanita pertama untuk Indonesia

Diane Sabtiari (Jakarta Post)

Jakarta
Kamis 15 April 2021

2021-04-15
10:33
53
0920e6703081f028872405a5263a10ed
1
Ilmuwan
Diplomasi, Pengarusutamaan Gender, Australia-Indonesia, Pemberdayaan Perempuan, Utusan, Kerjasama Bilateral
Gratis

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne telah mengumumkan penunjukan Penny Williams sebagai duta besar baru negara itu untuk Indonesia, menjadi wanita pertama yang memegang posisi tersebut.

Utusan baru tersebut adalah pejabat karir senior di Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT), yang baru-baru ini naik pangkat menjadi Wakil Sekretaris Departemen.

Williams fasih berbahasa Indonesia dan menghabiskan beberapa waktu di Indonesia sebagai siswa pertukaran sekolah menengah pada tahun 1981-1982.

Dia sebelumnya bertugas di luar negeri sebagai Komisaris Tinggi untuk Malaysia dan merupakan duta besar wanita pertama Australia untuk wanita dan anak perempuan. Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Rabu, Payne mengatakan Ms. Williams adalah duta besar wanita pertama Australia untuk Indonesia.

Payne, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Urusan Perempuan Australia, telah bekerja dengan mitranya dari Indonesia, Retno Marsudi dalam berbagai isu perempuan, termasuk pemberdayaan partisipasi perempuan dalam perdamaian dan keamanan.

Baca juga: Indonesia tandatangani pinjaman $1 miliar dengan Australia untuk mendanai penanggulangan pandemi لتمويل

Williams akan menggantikan Gary Quinlan, yang mengakhiri masa jabatan tiga tahunnya sebagai kepala Misi Australia di Jakarta pada hari Rabu. Tahun lalu, ia harus menghadapi situasi sulit akibat pandemi COVID-19, yang menjadi tantangan besar dalam hubungan bilateral kedua negara.

“Saya berterima kasih kepada Duta Besar Gary Quinlan atas kontribusinya untuk memajukan kepentingan Australia di Indonesia sejak 2018,” kata Payne.

Dalam sebuah artikel opini yang diterbitkan di Jakarta Post Pada hari Kamis, Quinlan mengatakan COVID-19 adalah “gangguan yang mengerikan” tetapi kedua negara telah bekerja sama untuk mengatasinya, termasuk dengan bantuan alat pelindung diri, ventilator, dan peralatan medis terkait.

READ  Perselisihan tentang minyak sawit memicu pemungutan suara Swiss pada pakta perdagangan dengan Indonesia

Australia juga memberikan pinjaman A$1,5 miliar ($1 miliar) untuk dukungan keuangan.

“Pemulihan ekonomi, termasuk membangun momentum untuk bisnis kami melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) baru yang berlaku selama pandemi, sejauh ini menjadi prioritas utama,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *