Berbicara tentang Indonesia: Kovit-19 dan pekerja kreatif

Foto Andara.

Yogyakarta terkenal dengan pemandangan budaya yang dinamis dan lingkungan seni yang kosmopolitan. Namun pentas seni kota wabah Covid-19 terhenti. Dengan pembatasan kesehatan dan pembatasan pertemuan publik, hampir tidak mungkin bagi artis untuk terus tampil, dan situasi ini sangat mempengaruhi mata pencaharian mereka.

Di Yogyakarta saja, 172.000 pekerja kreatif harus mencari sumber pendapatan alternatif untuk mengimbangi pendapatan mereka dan melanjutkan usaha seni mereka. Banyak dari pekerja kreatif ini adalah seniman muda, dan mereka sekarang bertanya-tanya apa yang akan terjadi di masa depan, dan epidemi terus berlanjut.

Bagaimana para seniman muda Yogyakarta menghadapi wabah tersebut? Bagaimana mereka berakhir ketika mereka menyalurkan minat kreatif mereka? Apa yang bisa dilakukan pemerintah, masyarakat sipil, dan publik untuk mendukung pekerja kreatif muda di masa-masa sulit ini?

Untuk lebih mendalami pertanyaan-pertanyaan ini, Dr. Oki berbicara kepada Radianto Sudopo tentang proyek penelitiannya tentang pekerja kreatif muda di Yogyakarta, yang baru-baru ini ia lakukan dengan tim peneliti termasuk Dr. Anisa Beta, salah satu co-host pembicara kami di Indonesia. Melbourne

Oki Rahadiando Sudopo adalah Dosen Sosiologi dan Managing Director Center for Youth Studies (YouSure) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katja Mada Yogyakarta. Oki meraih gelar PhD di bidang Sosiologi dari University of Newcastle, Australia. Minat penelitian utamanya meliputi studi pemuda, transformasi pemuda, budaya dan generasi muda. Ia adalah Pemimpin Redaksi Majalah Riset Pemuda UGM.

Pada tahun 2021, Talking Indonesia menjadi co-host podcast Dr. Charlotte Sethiyajati Dari Universitas Manajemen, Singapura, Dr Dave McGray Dari Institut Asia Universitas Melbourne, Dr Gemma Burde Dari Universitas Monash, dan Dr Annisa Beta Dari Sekolah Kebudayaan dan Komunikasi, Universitas Melbourne.

READ  Menteri mengajak daerah-daerah di seluruh Indonesia untuk mempromosikan wisata pertanian

Lihat podcast Indonesia berbicara baru setiap dua minggu. Tonton episode sebelumnya di sini dan berlangganan melalui Podcast Apple Atau dengarkan melalui aplikasi podcasting favorit Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *