KabarTotabuan.com

Memperbarui berita utama dari sumber Indonesia dan global

EcoPro menginvestasikan  juta di pabrik nikel Indonesia
Economy

EcoPro menginvestasikan $11 juta di pabrik nikel Indonesia

Green Eco Nickel, dioperasikan oleh perusahaan daur ulang baterai Tiongkok GEM, berlokasi di pulau Sulawesi di Indonesia. [ECOPRO]

EcoPro menghabiskan $11 juta untuk mengakuisisi 9 persen saham di fasilitas pemrosesan nikel di Indonesia guna memperkuat rantai pasokannya.

Pabrik tersebut, yang dikenal dengan nama Green Eco Nickel, dioperasikan oleh Green Eco Manufacture (GEM), pendaur ulang baterai terbesar di Tiongkok. Pabrik tersebut berlokasi di pulau Sulawesi dan memiliki kapasitas produksi 20.000 ton material setiap tahunnya.

Nikel merupakan bahan penting dalam produksi baterai sekunder. Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, diperkirakan mencapai 21 juta ton dan mewakili 22 persen cadangan nikel dunia, menurut Survei Geologi AS.

November lalu, EcoPro menginvestasikan $86 juta di pabrik lain yang dioperasikan GEM di Indonesia bernama QMB. Fasilitas ini dapat memproduksi 50.000 ton nikel setiap tahunnya.
Perusahaan berencana untuk berinvestasi lebih banyak pada pabrik peleburan nikel di dalam negeri untuk mendapatkan lebih banyak bahan dasar baterai. Pasokan tersebut akan disalurkan ke produsen bahan katoda EcoPro BM dan EcoPro EM.

Anak perusahaan lainnya, EcoPro Materials, bertujuan untuk memproduksi 200.000 ton prekursor katoda setiap tahun pada tahun 2027. Perusahaan tersebut memerlukan pasokan stabil sebesar 100.000 ton nikel untuk mencapai tujuan tersebut, menurut perusahaan induknya.

“EcoPro akan menciptakan rantai pasokan yang stabil melalui investasi berkelanjutan di kilang nikel,” Jang In-won, kepala pengembangan sumber daya global di EcoPro, mengatakan dalam sebuah pernyataan. “Kami merencanakan investasi tambahan di pabrik pengolahan nikel lainnya sebagai persiapan untuk undang-undang pengurangan inflasi pemerintah AS.”

Ditulis oleh Lee Jae Lim [[email protected]]

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

"Pemikir jahat. Sarjana musik. Komunikator yang ramah hipster. Penggila bacon. Penggemar internet amatir. Introvert."