Indonesia dan Republik Ceko mengintensifkan kerja sama di bidang perlindungan lingkungan

Komitmen Pemerintah Indonesia terhadap agenda penanggulangan perubahan iklim tertuang dalam Nationally Determined Contribution (NDC)

Jakarta (Antara) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakkar mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Lingkungan Republik Ceko Richard Brabec dalam upaya meningkatkan kerja sama perlindungan keanekaragaman hayati dan lingkungan.

Pertemuan tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) Republik Indonesia dan Republik Ceko tentang kerja sama perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan oleh kedua menteri, demikian keterangan resmi Kementerian LHK yang diterima di Jakarta, Selasa.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Bakkar menyoroti komitmen pemerintah Indonesia untuk melaksanakan kesepakatan global tentang isu-isu lingkungan sekaligus memastikan bahwa Indonesia memberikan perhatian yang signifikan terhadap masalah lingkungan dan mengambil tindakan ilmiah.

“Komitmen Pemerintah Indonesia terhadap agenda pengendalian perubahan iklim tertuang dalam Nationally Determined Contribution (NDC). Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% dengan menggunakan sumber daya nasional dan mengurangi emisi sebesar 41% dengan dukungan internasional pada tahun 2030,” dia mencatat.

Berita terkait: Indonesia, Inggris bahas persiapan COP26 FACT Dialog

Berita terkait: Pemerintah, sektor swasta dan universitas berkolaborasi melawan perubahan iklim

Indonesia juga telah melengkapi semua perangkat REDD+, antara lain Forest Reference Emission Level (FREL), Monitoring, Reporting and Verification (MRV), National Registry System (SRN), Protection Information System (SIS REDD+) dan Budget. Untuk itu, Indonesia juga membentuk Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) pada Oktober 2019.

Sementara itu, pengelolaan sampah juga menjadi prioritas bagi Indonesia, terbukti dengan diundangkannya Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah (Jakstranas).

Target telah ditetapkan untuk pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2025, melalui upaya pengurangan sampah sebesar 30 persen dan melalui pengelolaan sampah sebesar 70 persen.

READ  Tencent Music Mengumumkan Program Pembelian Kembali Saham senilai $ 1 Miliar

“Untuk mendukung upaya tersebut, kami juga mengurangi penggunaan kantong belanja plastik, sedotan plastik, dan wadah makanan plastik busa sekali pakai di ritel modern dan industri jasa makanan dan minuman. Per Oktober 2020, ada dua provinsi, Bali. dan Jakarta, serta 38 kota. Dan kabupaten telah menerapkan peraturan pelarangan penggunaan plastik sekali pakai.”

Pada kesempatan ini, Menteri Lingkungan Ceko Richard Brabec menyampaikan harapannya akan peluang dan kerjasama di berbagai tingkatan. Upaya ini ditunjukkan dengan kedatangan beberapa delegasi Ceko yang juga berpartisipasi di kalangan akademisi, asosiasi dan badan usaha khususnya di bidang industri daur ulang plastik.

“Saya berharap hubungan bilateral Indonesia-Republik Ceko di bidang lingkungan dan kehutanan ini semakin baik, sehingga kerja sama ini bermanfaat bagi kedua negara,” kata Brabec.

Berita terkait: Program pembaruan petani harus menjadi prioritas: Akademik

Berita terkait: Kapolres minta Jakarta siapkan tempat isolasi mandiri

Menutup
Diedit oleh INE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *