KabarTotabuan.com

Memperbarui berita utama dari sumber Indonesia dan global

Indonesia mengekspor produk baja lapis berteknologi tinggi ke pasar global |  Dari dalam
Economy

Indonesia mengekspor produk baja lapis berteknologi tinggi ke pasar global | Dari dalam

Pada Sabtu, 22 Juni 2024, Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan mengawal ekspor delapan kontainer produk baja lapis berteknologi tinggi ke Australia, Kanada, dan Puerto Rico oleh PT Tata Metal Lestari.

PT Tata Metal Lestari merupakan perusahaan baja yang memproduksi baja lapis seng dan aluminium dengan merek Nexalume, dengan pabrik berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, Indonesia.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Sabtu, PT Tata Metal Lestari (bagian dari Tatalogam Group) mendapat pujian karena memanfaatkan peluang pasar ekspor dengan tetap berpegang pada prinsip industri ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Kami bangga mengekspor produk-produk dari usaha kecil dan menengah, dan ekspor ke industri teknologi tinggi ini sangat terpuji,” kata Zulkifli.

Stefanos Koeswandi, Wakil Presiden Operasional PT Tata Metal Lestari, mengaitkan keberhasilan ekspor perusahaan dengan dukungan pemerintah, perlindungan industri lokal, restrukturisasi industri berkelanjutan, inovasi dan adaptasi.

Didirikan pada tahun 2019, perusahaan ini kini beroperasi dengan 85 persen kapasitas produksinya, dengan 30 persen produksinya dialokasikan untuk ekspor. Penjualan ekspor menyumbang 25% hingga 30% terhadap pendapatan perseroan.

Tata Metal Lestari merupakan perpanjangan manufaktur dari Tatalogam Group. Perusahaan induknya berdiri pada tahun 1994 dan memproduksi atap metal dan baja ringan.

Permintaan produk baja dari importir, khususnya Kanada dan Australia, meningkat dalam lima tahun terakhir, masing-masing meningkat sebesar 16,94 persen dan 14,72 persen. Meski demikian, neraca perdagangan Indonesia dengan negara-negara tersebut masih defisit.

Zulkifli berharap ekspor produk baja lapis dapat membantu mengurangi defisit perdagangan tersebut. Pemerintah juga berupaya memperluas akses pasar ke Kanada dan Australia melalui perjanjian perdagangan.

Indonesia telah menandatangani perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif dengan Australia, sementara negosiasi dengan Kanada masih berlangsung.

READ  Peluang ekonomi emas - GulfToday

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

"Pemikir jahat. Sarjana musik. Komunikator yang ramah hipster. Penggila bacon. Penggemar internet amatir. Introvert."