KabarTotabuan.com

Memperbarui berita utama dari sumber Indonesia dan global

Kemitraan tekstil baru untuk meningkatkan pertumbuhan ramah lingkungan di Indonesia
Economy

Kemitraan tekstil baru untuk meningkatkan pertumbuhan ramah lingkungan di Indonesia

Global Green Growth Institute (GGGI) Indonesia, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Politeknik STTT Bandung dan PT Daur Langkah Bersama, juga dikenal sebagai Pable, telah menandatangani perjanjian untuk menciptakan kemitraan demi masa depan berkelanjutan di industri tekstil. .

Kemitraan ini bertujuan untuk mendukung sektor tekstil Indonesia dalam mengadopsi pendekatan ekonomi sirkular, yang merupakan salah satu prioritas dan ambisi Babenas. Berdasarkan studi yang dilakukan pada tahun 2023, industri TPT mempekerjakan 3,98 juta orang dan pada triwulan I tahun 2024 memberikan kontribusi sebesar 5,84 persen terhadap PDB Indonesia.

GGGI, Bappenas, Politeknik STTT Bandung dan Pable bekerja sama untuk mempromosikan ekonomi sirkular di industri tekstil Indonesia. Tujuan mereka adalah mengurangi limbah tekstil, mempromosikan tekstil sirkular, menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan, dan mempromosikan pelatihan kejuruan. Kemitraan ini bertujuan untuk mempromosikan praktik berkelanjutan, inovasi dalam daur ulang tekstil, dan memperluas jangkauan pasar Pable.

Kementerian Luar Negeri Finlandia berkomitmen untuk mendukung GGGI Indonesia dalam kerja samanya dengan lembaga dan inisiatif utama pemerintah yang mendukung keberlanjutan seperti Pable, sebuah perusahaan daur ulang tekstil-ke-tekstil, untuk mewujudkan ekonomi sirkular. Melalui Program Investasi Transisi Hijau GGGI Indonesia, kemitraan ini bertujuan untuk membalikkan dampak limbah tekstil terhadap lingkungan, memperkenalkan potensi tekstil sirkular, menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan, dan menyelenggarakan program pelatihan, kata GGGI dalam siaran persnya.

Babenas baru-baru ini menerbitkan Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Ekonomi Sirkular Indonesia, yang menekankan pengolahan limbah tekstil sebagai salah satu dari lima sektor prioritas yang berpotensi mengadopsi pendekatan sirkular. “Kami menemukan limbah tekstil di Indonesia diperkirakan mencapai 2,3 juta ton per tahun dan akan terus meningkat hingga 70 persen jika tidak ada intervensi,” ujarnya. “Kemitraan ini diluncurkan tidak hanya untuk mengelola limbah tekstil tetapi juga bersifat kolaboratif upaya untuk mengembangkan ekosistem tekstil sirkular, yang “melibatkan pembuatan cetak biru keuangan dan peningkatan kapasitas para pemain di industri tekstil sirkular Indonesia.” Priyanto Rahmatullah, Manajer Lingkungan Babenas.

Kemitraan ini akan mencakup Politeknik Teknologi Tekstil Bandung, sebuah sekolah kejuruan yang berspesialisasi dalam produksi tekstil, dan akan memberikan peluang untuk meningkatkan program studi dan pelatihan teknik dan kejuruan yang sudah ada. Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tentang teknik daur ulang tekstil dan meningkatkan peluang kerja.

READ  California menghadapi masalah yang semakin besar: penggunaan energi surya yang berlebihan

“Dalam jangka panjang, program ini bertujuan untuk mendukung perusahaan lokal menjangkau pasar yang berbeda dengan standar keberlanjutan yang ketat,” tambahnya. Jorki Sutario, Presiden GGGI Indonesia GTIP Indonesia.

Salah satu mitra utama GTIP adalah Pable, sebuah perusahaan lokal yang model bisnisnya berfokus pada teknologi daur ulang tekstil-ke-tekstil yang inovatif. Rencana ekspansi Pable sejalan dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap produk daur ulang, sehingga Pable dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Pable telah berhasil membuktikan bahwa pendekatan sirkular dapat dilakukan di sektor tekstil Indonesia melalui proses daur ulang yang transparan. Kami berharap kemitraan ini akan membantu kami memperluas praktik bisnis berkelanjutan, menjangkau khalayak baru, dan membuka lebih banyak peluang bagi mereka yang ingin melakukan hal tersebut. mendalami lebih dalam sektor daur ulang tekstil di Indonesia Kami percaya bahwa ekonomi sirkular dapat membantu melindungi planet kita,” ujarnya. Arinda Atma, Pendiri dan CEO Pable.

Kemitraan di bawah Program Investasi Global juga akan memungkinkan Pable mengakses transfer teknologi yang difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri Finlandia, sehingga meningkatkan kontribusi Pable dalam mengubah limbah tekstil menjadi produk daur ulang untuk pasar global atau Indonesia.

Meja Berita Fibre2Fashion (RR).

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

"Pemikir jahat. Sarjana musik. Komunikator yang ramah hipster. Penggila bacon. Penggemar internet amatir. Introvert."