Mekkah mode sederhana Indonesia membuka mimpi

Jakarta. Sekolah mode dan Jakarta Muslim Fashion Week, atau JMFW, yang sangat dinanti-nantikan, akan menjadi landasan impian Indonesia untuk menjadi trendsetter dunia untuk mode sederhana pada tahun 2024.

Pada hari Rabu, APR mengangkat tirai JMFW mendatang, yang dijadwalkan berlangsung Oktober ini.

Jalan menuju 2022 adalah JMFW, yang mencakup diskusi panel tentang peran School of Fashion Design dalam mempromosikan mode sederhana berkelanjutan di Indonesia. Pada acara yang sama, APR juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan tujuh sekolah fashion design untuk menggairahkan fashion show Indonesia.

Menurut Wakil Presiden Marouf Amin, Indonesia menargetkan menjadi kiblat peradaban Islam pada 2024. Maroof kemudian menyoroti pentingnya peran akademisi dalam menciptakan fashion yang berkelanjutan.

“Sambil fokus pada aspek keberlanjutan, Departemen Pendidikan memiliki tanggung jawab untuk melakukan penelitian yang berkualitas dan mengembangkan karya yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar global. Karya-karya yang diciptakan oleh akademisi harus diserap oleh industri,” kata Marroof dalam konferensi tersebut. .

Wakil Presiden kemudian memuji Nota Kesepahaman yang baru saja ditandatangani APR. Ia menambahkan, MoU tersebut akan membantu pertumbuhan sektor fashion sederhana Indonesia.

“JMFW merupakan action plan untuk meningkatkan nilai tambah dan kualitas produk medium fashion Indonesia. […] Semoga MoU ini dapat mendorong seluruh sivitas akademika dan profesional untuk menjalin kemitraan yang kuat guna mempercepat pertumbuhan peradaban Muslim Indonesia,” ujar Maroof.

Menurut Menteri Perdagangan Mohammed Ludfi, busana sederhana ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“JMFW berupaya untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk fesyen muslim Indonesia di pasar luar negeri, untuk mendorong sektor fesyen Tanah Air yang moderat dan meningkatkan daya saing di kancah dunia,” kata Ludfi ​​dalam pidato yang dibacakan Dirjen Ekspor Nasional Didi Sumedi. Pembangunan Kementerian Perdagangan.

READ  Foxconn dan perusahaan lain ingin memasuki pasar EV Indonesia

“Kami berharap Nota Kesepahaman ini akan membuka jalan bagi integrasi yang kuat antara pendidikan dan industri. Pendidik dapat mengembangkan keterampilan fashion berbakat dan sederhana yang dapat membuat karya yang sesuai dengan kebutuhan industri, ”tambahnya.

Pada acara tersebut, APR menandatangani MoU dengan tujuh sekolah desain, antara lain LaSalle College, Islamic Fashion Institute, dan Institut Kesenian Jakarta. Kontraktor lainnya antara lain Politeknik Tekstil Bandung, Institut Kesenian Jakarta, Universitas Kristen Petra, Universitas Kristen Maranatha dan Politeknik Negeri Media Kreatif.

MoU tersebut mencakup kerja sama dalam akses rayon viscose berkelanjutan, penelitian mode berkelanjutan dan bimbingan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mode lokal.

Direktur APR Basri Kamba menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk mengubah Indonesia menjadi pusat fashion kasual dunia.

“Kami aktif menggalakkan kolaborasi antara fashion dan mitra tekstil untuk mendukung mode sederhana Indonesia, terutama dengan mempromosikan kesadaran fashion berkelanjutan dengan mempromosikan penggunaan produk viscose rayon,” kata Basrie.

Serat Ryan memiliki sifat yang diinginkan untuk pakaian santai. Ini lembut, ringan dan bernapas. Ryan adalah kain serbaguna yang cocok untuk dicampur dengan serat lain seperti poliester atau spandeks. Serat Ryan sejalan dengan peradaban berkelanjutan karena biodegradabilitasnya.

“APR memahami bagaimana perusahaan selalu berperilaku sendiri-sendiri. Kami menyambut baik APR yang berinisiatif bekerja sama dengan kami. Saat ini, desainer, sekolah desain fashion, dan industri memiliki pendapat yang berbeda,” kata Hariyadi Sugamthani, Direktur Jenderal La Sal .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.