Pemerintah akan mengembangkan Hambalang sebagai pusat pelatihan atlet: Menteri

Kami berusaha melihat Hambalang sebagai pusat (pelatihan) bagi para atlet dan atlet papan atas kami yang siap bertanding.

Jakarta (Antara) – Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali mengatakan pemerintah Indonesia ingin mengembangkan Hambalang yang terletak di kawasan Bogor sebagai pusat latihan para atlet papan atas.

“Kami ingin melihat Hambalang sebagai pusat (latihan) bagi para atlet dan atlet papan atas kami yang siap bertanding,” kata Amalie dalam jumpa pers di kantor kepresidenan di Jakarta, Senin.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri rapat terbatas tingkat menteri tentang “Rancang Bangun Olahraga Nasional dan Permainan Nasional (PON) XX dan Pertandingan Nasional untuk Penyandang Cacat (Papernas) XVI di Papua” yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.

“Kami berencana membangun 10 pusat pelatihan di beberapa daerah. Tentunya kita akan beradaptasi dengan potensi yang ada dan potensi dasar menunjukkan bakat-bakat tersebut di tingkat SD.

Ia menambahkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadim Makarem menyambut positif rencana tersebut.

“Nanti pusat ini akan memasukkan anak-anak yang berpotensi dan diseleksi di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sedangkan yang sudah tahap Sekolah Menengah Atas (SMA) akan dikirim ke Sekolah Atlet (SKO) kita.

Ia menuding rencana tersebut merupakan bagian dari rangkaian panjang langkah memajukan olahraga nasional.

Menurut para ahli, setidaknya butuh waktu 10 tahun atau sekitar 10.000 jam untuk mencapai sebuah prestasi, katanya.

Ia mengungkapkan, sebagai bagian dari desain untuk pengembangan olahraga, pemerintah juga telah menetapkan target jangka pendek dan menengah untuk tahun 2024, 2028, dan 2032.

Kami tahu bahwa Olimpiade 2024 akan berlangsung di Paris, Prancis. Sementara itu, Olimpiade 2020 di Tokyo telah diundur menjadi 2021, dan Olimpiade 2028 (akan digelar) di Los Angeles, Amerika Serikat. Ada harapan bagi kami untuk memenangkan tawaran menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, kata Amali.

READ  Kami bangga dengan produk olahraga nasional kami

Ia menambahkan, Indonesia tidak hanya berharap menjadi tuan rumah Olimpiade, tapi sudah menetapkan sejumlah gol.

“Dengan grand design ini, kami sudah menetapkan target bisa masuk 10 besar calon pada 2032, baik olimpiade maupun paralimpiade karena jajaran atlet difabel tidak ketinggalan,” kata Menkeu.

Untuk mencapai tujuan tersebut, lanjutnya, diperlukan dukungan yang mendesak dari sisi pembiayaan dan infrastruktur.

Kami membutuhkan dukungan untuk bekerja sama dengan kementerian, lembaga, BUMN maupun swasta. Ia mengatakan yang terpenting adalah mendukung pemerintah daerah.

(lain)

Berita terkait: Atlet dari 40 cabang olahraga melakukan serangan COVID-19

Berita terkait: Menteri Sandiaga Ono tetapkan agenda wisata olahraga

Diedit oleh INE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.