Polisi Indonesia mengatakan sel baru dari Jamaa Islamiya (JI) sedang merekrut dan pelatihan

Jakarta, Indonesia (AFP) – Pihak berwenang Indonesia mengatakan pada Kamis bahwa 22 tersangka telah ditangkap dalam beberapa pekan terakhir sehubungan dengan kelompok militan terlarang Al-Jamaa Al-Islamiya – termasuk seorang pemimpin terpidana yang telah merekrut dan melatih anggota baru.

Pada hari Kamis, 22 orang yang dikawal oleh pasukan elit kontraterorisme Indonesia dipindahkan dari Surabaya, ibu kota provinsi Jawa Timur, ke pusat penahanan polisi di Jakarta, untuk diinterogasi lebih lanjut. Rekaman televisi menunjukkan mereka dikawal dari pesawat dengan tangan dan kaki bertopeng dan wajah mereka bertopeng.

Puluhan dari mereka ditangkap di berbagai kota di provinsi Jawa Timur akhir bulan lalu. Polisi antiterorisme menangkap 10 orang lainnya awal bulan ini.

Juru bicara Polri Rushdie Hartono mengatakan polisi juga menyita pistol, pisau, pedang panjang, parang dan buku jihadis.

Dia mengatakan, para tersangka pernah melakukan pelatihan ala militer di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan berencana menyerang polisi saat bertugas. Hartono mengatakan, para tersangka sebelumnya telah membuat gudang senjata, membuat bom, dan menyiapkan jalur pelarian setelah melakukan serangan yang direncanakan.

Di antara tersangka yang dipindahkan adalah Othman bin Saif, yang juga dikenal sebagai Fahim. Fahim adalah seorang pejuang veteran di Afghanistan, dan dijatuhi hukuman tiga setengah tahun penjara pada tahun 2005 karena menyembunyikan buronan teroris Malaysia Nooruddin Top dan atas rencana untuk menyerang polisi, kata Aswen Siriegar, kepala operasi pasukan kontraterorisme polisi, dikenal sebagai Densus 88 ..

“Dalam operasi saat ini, Fahim membuat tempat latihan dengan program untuk membentuk kelompok jihadis untuk berperang di Madinah tahun depan,” kata Sergar dalam konferensi pers, merujuk pada kota suci di Kerajaan Arab Saudi. Dia tidak mengatakan apa yang direncanakan kelompok itu di sana.

READ  Patah hati bagi Singapura saat Lions tersingkir dari Suzuki Cup setelah kalah overtime dari Indonesia

“Kami akan terus mengejar mereka, dan tidak akan ada tempat bagi Jemaah Islamiyah di Indonesia,” kata Sirigar.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Salama Hadi Subrapto mengatakan kepada wartawan di Surabaya bahwa sel Jemaah Islamiyah yang dipimpin oleh Fahim telah merekrut sedikitnya 50 anggota baru di provinsi itu dalam lima tahun terakhir.

Penangkapan terjadi hampir tiga bulan setelah pihak berwenang menangkap 22 tersangka anggota Jemaah Islamiyah di Kabupaten Lampung, pulau Sumatera, termasuk pemimpin militer JI Zulkarnin, yang telah dicari selama lebih dari 18 tahun.

Zulkarnen ditangkap pada awal Desember dan juga dipindahkan ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kelompok Islam yang terkait dengan Al-Qaidah melakukan serangkaian pemboman sebelumnya di Indonesia, termasuk pemboman tahun 2002 di Bali yang menewaskan 202 orang, kebanyakan dari mereka adalah turis asing. Itu dilarang oleh pengadilan pada tahun 2008 dan dilemahkan oleh tindakan keras berkelanjutan terhadap militan oleh polisi kontraterorisme Indonesia dengan dukungan dari Amerika Serikat dan Australia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.