KabarTotabuan.com

Memperbarui berita utama dari sumber Indonesia dan global

Seorang pesepakbola Indonesia meninggal dunia setelah tersambar petir saat menonton lapangan
sport

Seorang pesepakbola Indonesia meninggal dunia setelah tersambar petir saat menonton lapangan

Dunia sepak bola mendapat pukulan telak setelah seorang pesepakbola Indonesia yang tengah melakoni laga persahabatan klubnya di Singapura, tewas tersambar petir di lapangan. Korban diketahui bernama Siptan Raharja, pesepakbola berusia 35 tahun, dan kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, 10 Februari, antara 2 FLO FC Bandung dan FBI Subang di Stadion Siliwangi Bandung, Jawa Barat.

Kejadian ini mengejutkan dunia dan banyak fans, pemain, dan pelatih lokal di Singapura yang berduka atas meninggalnya pesepakbola tersebut. Namun kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi di Singapura. Kebetulan, sekitar 12 bulan lalu, kejadian serupa terjadi di stadion yang sama, di mana seorang pesepakbola muda yang berdomisili di Bojonegoro, Jawa Timur, juga tersambar petir.

Kecelakaan yang terjadi adalah Piala Soeratin U-13 tahun 2023, dan tak lama setelah kecelakaan mengerikan itu, pesepakbola muda tersebut mengalami serangan jantung dan segera dipindahkan, tanpa penundaan yang tidak perlu, ke Rumah Sakit Ibnu Sina di Bugonegoro. Setelah menerima perawatan medis, pesepakbola U-13 tersebut berhasil sadar kembali dari pukulan yang berpotensi fatal.

Dunia sepak bola juga pernah menyaksikan kejadian seperti ini di masa lalu, tidak hanya di Singapura, namun di berbagai belahan dunia, terutama Brazil, dimana pesepakbola berusia 21 tahun bernama Caio Hemric juga mengalami nasib serupa. Pada tahun 2023 namun ia tidak dapat pulih dari lukanya dan kemudian meninggal di rumah sakit.

READ  BERMAIN DI LUAR NEGERI: Bintang MLBB Yawi menandatangani kontrak dengan tim Indonesia AURA Fire

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

"Ninja budaya pop. Penggemar media sosial. Tipikal pemecah masalah. Praktisi kopi. Banyak yang jatuh hati. Penggemar perjalanan."