KabarTotabuan.com

Memperbarui berita utama dari sumber Indonesia dan global

Top News

Tragedi kapal Indonesia di lepas pantai Kimberley mendorong refleksi tentang kebijakan perbatasan

Setelah tragedi di pantai Kimberley awal tahun ini, para nelayan dan pakar kelautan meminta pemerintah federal untuk meninjau kembali kebijakan perbatasan utara yang “sensitif”.

Sembilan nelayan Indonesia tenggelam pada bulan Maret ketika kapal mereka terbalik di dekat Ashmore Reef.

Ketiga korban selamat dibawa ke Rumah Sakit Darwin setelah menghabiskan hampir tiga hari di laut.

Tragedi itu mendorong fokus pada kebijakan perbatasan laut di perairan Australia utara, karena Pasukan Perbatasan Australia terus mencatat jumlah serangan yang tinggi oleh nelayan Indonesia selama pandemi.

Sisanya laki-laki ABC mengatakan bahwa karena kondisi ekonomi yang dihasilkan Rote di rumah mereka, nelayan lokal mengambil lebih banyak risiko untuk mencari nafkah, termasuk menangkap teripang Australia di perairan Australia selama musim hujan.

Tiga pria melihat sebuah plakat untuk memperingati mereka yang hilang di laut pada tahun 2022.
Hanya tiga awak yang selamat ketika perahu mereka terbalik antara Darwin dan Broome.(Berita ABC: Ari Wu)

Nelayan komersial Grant Barker mengatakan dia telah melihat dampak ekonomi Indonesia yang lumpuh bekerja di perairan utara Australia yang bekerja di sekitar pantai WA dan Northern Territory.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

"Pemikir jahat. Sarjana musik. Komunikator yang ramah hipster. Penggila bacon. Penggemar internet amatir. Introvert."