Berbisnis di Indonesia | grup hukum global

[co-authors: Lia Alizia, Maria Sagrado, Vincent Lie, Frederick Simanuntak]*

1. Bagaimana iklim bisnis saat ini di yurisdiksi Anda termasuk aktivitas politik, ekonomi dan/atau hukum utama di negara Anda yang dapat berdampak signifikan pada bisnis?

Terlepas dari pandemi saat ini yang memaksa sebagian besar sektor bekerja dari jarak jauh, investor asing masih berinvestasi di Indonesia, terutama selama kuartal pertama tahun 2021. Selain akuisisi e-commerce, fintech, pertambangan, smelter, dan pinjaman dari lembaga asing, itu telah Itu juga membuat kami sedikit sibuk tahun ini.

Pengenalan Omnibus Act yang mengamandemen 76 undang-undang dan diterapkan di bawah 49 peraturan pemerintah dan keputusan presiden telah mempengaruhi lingkungan hukum Indonesia karena mereka telah mewajibkan klien yang ada untuk membuat perubahan tertentu pada dokumen perusahaan dan perizinan usaha. Pembukaan “Investasi Asing Sebelumnya Dibatasi” dalam daftar investasi positif saat ini telah memainkan peran utama dalam menarik lebih banyak investasi di Indonesia. Misalnya, beberapa bisnis ritel, distribusi, logistik (pengiriman) dan beberapa layanan kesehatan kini terbuka untuk 100% investasi asing.

Bank asing yang memberikan pinjaman kepada perusahaan Indonesia juga kembali beroperasi. Perusahaan membantu perbankan dalam memberikan pembiayaan untuk pengembangan pertambangan dan kilang pengolahan di Indonesia. Beberapa transaksi juga termasuk beberapa restrukturisasi.

2. Di negara mana Anda melihat investasi masuk paling banyak? Bagaimana dengan keluar?

    Investasi masuk: China, Korea, dan Jepang masih menjadi investor asing terkemuka di Indonesia. Mereka dapat berinvestasi baik secara langsung atau melalui anak perusahaan mereka di berbagai negara, seperti Singapura. Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada triwulan II tahun 2021, penanaman modal asing terbanyak di Indonesia berasal dari Singapura, Hongkong, China, Eropa, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.

    Investasi eksternal: Investor Indonesia lebih cenderung berinvestasi di Indonesia daripada negara lain. Namun, beberapa perusahaan besar di Indonesia juga berinvestasi di negara lain, seperti Singapura, Filipina, Malaysia, China dll.

    3. Industri/sektor apa yang Anda lihat sebagai peluang terbesar untuk investasi asing?

    Selain pertambangan dan kegiatan terkait, e-commerce, SaaS (perangkat lunak sebagai layanan), ritel, teknologi keuangan, dan industri terkait mineral terus menarik investor asing.

    4. Apa keuntungan dan perangkap yang harus diketahui orang lain tentang berbisnis di negara Anda?

      Mengingat ukuran dan rentang usia penduduk Indonesia, e-commerce/SaaS dan ritel, misalnya, keduanya memiliki pasar yang besar di Indonesia. Peraturan baru di bawah selimut hukum adalah upaya pemerintah untuk memfasilitasi melakukan bisnis di Indonesia. Di bawahnya, prosedur untuk mendapatkan lisensi dan persetujuan tertentu telah disederhanakan. Namun, beberapa pemerintah daerah/daerah masih memberlakukan persyaratan yang berbeda untuk izin tertentu, yang menyebabkan beberapa ketidakpastian.

      5. Apa salah satu fakta budaya atau kebiasaan di negara Anda yang harus diketahui orang lain ketika berbisnis di sana?

        Ada banyak tradisi dan budaya di Indonesia di seluruh kepulauannya yang luas. Indonesia memiliki banyak suku bangsa yang berbeda dan masing-masing dari mereka memiliki bahasa dan adat istiadat setempat. Untuk mengetahui pasar Indonesia, disarankan untuk memiliki mitra lokal yang akan membantu Anda memahami lebih dalam tentang budaya yang berbeda.

        *Makarim Watira S

READ  3 teman kuliah membangun bisnis miliaran dolar untuk menjual mobil bekas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *