KabarTotabuan.com

Memperbarui berita utama dari sumber Indonesia dan global

Candi Prambanan, india: Kesaksian Hubungan India dengan Asia Tenggara
Top News

Candi Prambanan, india: Kesaksian Hubungan India dengan Asia Tenggara

Candi Prambanan yang berusia berabad-abad, sebuah kompleks yang terdiri dari 240 candi Hindu di pinggiran kota Yogyakarta yang mayoritas penduduknya Muslim, berdiri sebagai bukti ikatan budaya dan sejarah India yang mengakar dengan Asia Tenggara.

Terletak sekitar 17 kilometer timur laut Yogyakarta, Candi Prambanan abad ke-10 dianggap sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia. (piksel)

Terletak sekitar 17 kilometer timur laut Yogyakarta, Candi Prambanan abad ke-10 dianggap sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia.

Tetap terhubung dengan berita terkini di saluran HT di Facebook. Bergabung sekarang

Situs warisan UNESCO, Candi Prambanan atau yang populer dengan sebutan Kandi Prambanan, merupakan salah satu dari beberapa candi di india yang bertujuan untuk menarik wisatawan asal India selain Bali.

India bermurah hati dengan pendanaannya dalam merestorasi beberapa kuil di wilayah tersebut dan telah memperluas layanan melalui diplomasi budaya ke negara-negara yang secara geografis dan budaya dekat.

Di antara negara-negara ASEAN, Survei Arkeologi India (ASI) telah memulihkan situs bersejarah di Laos, Vietnam, india dan Kamboja.

Di Jakarta, Duta Besar India untuk ASEAN, Jayant Gopragade, mengatakan New Delhi tidak terlibat dalam pemugaran Candi Prambanan. Namun, India membantu merenovasi beberapa kuil di beberapa negara ASEAN, katanya.

Hancur akibat gempa bumi besar dan letusan gunung berapi selama berabad-abad, kompleks candi Prambanan yang asli ditemukan kembali pada abad ke-17 dan kini sedang direnovasi.

“Candi ini dibangun dengan batu-batu yang saling bertautan. Strukturnya sangat kompleks. Sejauh ini, baru 22 dari 240 candi di kompleks tersebut yang telah dibangun kembali,” kata seorang pejabat setempat sambil menambahkan bahwa renovasi bangunan tersebut sedang berlangsung. Kemajuan.

Kuil ini didedikasikan untuk ‘Trimurthy’, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma, Wisnu dan Siwa.

READ  Koki Indonesia paling terkemuka di SF membuka restoran pertamanya

Menurut situs UNESCO, “Renovasi sejak tahun 1918 telah memperkuat struktur candi dengan metode modern menggunakan metode tradisional asli yaitu saling mengunci batu dan beton.”

Saat menjelaskan keunikan gaya konstruksi bangunan tersebut, seorang pemandu wisata yang disetujui pemerintah di kompleks candi mengatakan pekerjaan restorasi sulit dilakukan karena tidak tersedia gambar komposisi aslinya.

“Itu adalah situs warisan UNESCO. Aturannya tidak mengizinkan lebih dari 25 persen batu baru digunakan untuk restorasi. Ini salah satu alasan mengapa pekerjaan restorasi memakan waktu,” tambahnya.

Denah asli candi Prambanan berbentuk persegi panjang, terdiri dari halaman luar, halaman tengah, dan halaman dalam. Candi dibagi menjadi lantai atas dan bawah.

Di teras yang ditinggikan terdapat tiga candi besar yang didedikasikan untuk Siwa, Wisnu dan Brahma, dengan tiga candi kendaraan hewan yang lebih kecil di depannya. Diseberang Candi Wisnu terdapat Candi Garudan, diseberang Candi Siwa terdapat Candi Nandi, dan diseberang Candi Brahma terdapat Candi Anjaneyar.

Kuil Siwa sangat besar dan sangat penting. Berukuran lebar 34 x 34 meter dan tinggi 47 meter, candi ini memiliki empat ruangan yang masing-masing berisi berhala.

Terdapat patung Siwa di ruang timur dan patung Ganesha di ruang barat. Ruang utara terdapat patung Durga, sedangkan ruang selatan terdapat patung Agastya.

Dinding bagian dalam Candi Siwa dihiasi dengan gambar-gambar yang menggambarkan epos Ramayana. Di dindingnya tergambar 56 adegan cerita Rama.

Disebelah selatan candi Siwa terdapat candi Brahma. Meski berukuran lebih kecil, namun bentuk dan konstruksinya mirip dengan candi Siwa. Pada dindingnya terpahat kisah-kisah Ramayana yang melanjutkan kisah yang bermula di candi Siwa. Salah satu reliefnya menggambarkan pertarungan antara Dewa Rama dan raja iblis Rahwana.

READ  Ekonomi Syariah yang sedang berkembang di Indonesia harus fokus pada empat pilar energi

Di sisi lain candi Siwa terdapat candi Wisnu, bentuk dan konstruksinya mirip dengan candi Siwa dan dimensinya mirip dengan candi Brahma.

Teras bawah mempunyai empat candi kecil yang dikelilingi tembok bagian dalam dengan empat pintu gerbang. Semua candi di halaman tengah kini tinggal reruntuhan.

Dua pendeta yang ditunjuk oleh pihak berwenang memanjatkan doa tiga kali sehari di depan candi Siwa.

“Kami melakukan puja tiga kali sehari. Sekitar jam 8 pagi kami melakukan ‘Surya Puja’, sore hari dilakukan ‘Raina Puja’ dan yang terakhir dilakukan saat matahari terbenam. Doa dipersembahkan kepada Brahma, Wisnu dan Siwa.” Seorang pendeta bercerita kepada PTI usai salat magrib.

Ia mengatakan, india dan India memiliki hubungan budaya dan agama Hindu menyebar dari India hingga Jawa.

“Kuil ini merupakan kesaksian atas ikatan budaya India yang mengakar dengan Asia Tenggara,” tambahnya.

Pemerintah setempat menyelenggarakan acara di sekitar lokasi kuil untuk mendorong orang mengunjungi situs bersejarah tersebut.

Pada akhir November, sekitar 400 peminat yoga mengikuti program yoga di Temple Park.

Acara ini merupakan puncak dari Jogja Cultural Wellness Festival yang mengusung konsep wisata kesehatan dengan fokus pada kesehatan holistik dan kebahagiaan pribadi.

Tidak jauh dari Candi Prambanan terdapat Lembah Ketu, tempat Candi Borobudur, salah satu monumen Budha terbesar di dunia, berada.

Candi abad ke-8, yang juga merupakan situs warisan UNESCO, dibangun dalam tiga tingkat: dasar piramida dengan lima teras persegi konsentris, poros berbentuk kerucut dengan tiga alas melingkar, dan di puncaknya terdapat stupa monumental.

“Tempat-tempat ini banyak dikunjungi wisatawan domestik, namun tidak banyak yang berasal dari India. Bali populer di kalangan wisatawan India, namun Yogyakarta masih belum tereksplorasi,” kata seorang pemandu lokal.

READ  Lelang Vidi Reserve Indonesia Tertunda karena Masalah Lingkungan

Ia berharap ke depan, India dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan signifikan jumlah pengunjung ke tempat-tempat tersebut.

Cerita ini awalnya diterbitkan dari feed Wire Agency tanpa perubahan apa pun pada teks.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

"Pemikir jahat. Sarjana musik. Komunikator yang ramah hipster. Penggila bacon. Penggemar internet amatir. Introvert."