Hilangnya kapal selam Indonesia dengan 53 orang di dalamnya; Angkatan Laut meminta bantuan India

Angkatan Laut Indonesia pada Rabu meluncurkan pencarian intensif untuk kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang di Bali utara dengan 53 orang di dalamnya pada Rabu pagi, kata pejabat pertahanan dalam sebuah pernyataan. Kapal Selam Angkatan Laut (TNI AL) Type-209/1300 Kelas 1 melewatkan check-in nirkabel sekitar pukul 03:00 waktu setempat pada 21 April saat latihan militer torpedo amunisi langsung. Komando Maritim Indonesia mengirimkan panggilan darurat ke International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (ISMERLO) sekitar pukul 09.37 perihal hilangnya kapal selam 26,5 mil laut barat laut pelabuhan Singaraja. Sumber Tentara Nasional Indonesia mengatakan kepada pers lokal.

Tentara Nasional Indonesia telah mengirimkan beberapa kapal perang, termasuk kapal hidrografi KRI Rigel (933) untuk melakukan pencarian KRI Nanggala-402 buatan Jerman. Kementerian Pertahanan Indonesia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah mengirimkan sinyal marabahaya internasional yang ditanggapi oleh India, Australia dan Singapura, di mana Jakarta meminta bantuan dan menandatangani perjanjian penyelamatan kapal selam.

[Credit: Facebook/Pusat Penerangan TNI]

Panglima TNI Hadi Tjijanto mengatakan KRI Nanggala 402 mengikuti pelatihan di Selat Bali, bentangan yang memisahkan pulau Jawa dan Bali serta menghubungkan ke Samudera Hindia dan Laut Bali. Dia meminta izin untuk menyelam. Kapal itu memiliki kemampuan mengapung di kedalaman sekitar 2.300 kaki di dalam air. Militer kehilangan kontak dengan kapal selam berusia 42 tahun itu tak lama setelah tenggelam di laut. Kapal selam itu milik Armada Kedua Angkatan Laut Indonesia dan telah melayang sekitar 60 mil di utara Bali setelah mendapat izin menyelam, menimbulkan kecurigaan di antara awak permukaan. Itu tidak muncul kembali sampai sekitar pukul 6 pagi waktu setempat untuk latihan Armada Angkatan Laut yang direncanakan di kemudian hari.

“Setelah izin diberikan sesuai prosedur, kapal selam kehilangan kontak dan tidak bisa dihubungi,” kata Kementerian Pertahanan RI dalam keterangan resmi.

Selama pengawasan udara oleh pesawat TNI AU di lokasi penyelaman, terlihat adanya tumpahan minyak yang pekat, yang diyakini TNI dapat merusak tangki bahan bakar kapal selam. Kementerian Pertahanan Indonesia mengatakan, setidaknya dua kapal angkatan laut segera diberangkatkan menggunakan sonar untuk melakukan pencarian dan survei wilayah perairan.

“Ada kemungkinan listrik padam selama penyelaman statis dan dia kehilangan kendali,” kata angkatan laut Indonesia dalam sebuah pernyataan. Dia menambahkan bahwa kapal selam yang dioperasikan pada 1980-an “akan jatuh ke kedalaman 600-700 meter.” [2,000-2,300 feet]. “

[The Indonesian navy submarine KRI Nanggala-402. Credit: AP]

Pelatihan dalam “meluncurkan rudal”

Helikopter penyelamat TNI AU terlihat berpatroli di perairan teritorial di mana kapal selam KRI Nanggala 402 diyakini memiliki tonase 1.400 ton dengan 53 awak di dalamnya. Menurut Associated Press, kapal selam Angkatan Laut Indonesia sedang berlatih untuk latihan peluncuran rudal ketika menghilang. Juru bicara TNI AL Kolonel Julius Wedjujono mengatakan kepada Kompas bahwa kapal selam tersebut memiliki kemampuan menyelam 500 meter di bawah permukaan laut, tetapi sekarang ada kekhawatiran bahwa kapal selam tersebut mendarat 200 meter di bawah kedalaman itu, dan itu berisiko serta berbahaya. “Mari kita doakan agar mereka bisa selamat,” kata Wedjujono. Kapal perang sangat membutuhkan kapal yang dilengkapi sonar pemindaian samping dan pemetaan dasar laut yang luas dalam upaya penyelamatan kapal yang diproduksi Howaldtswerke-Deutsche Werft (HDW).

[Members of National Search and Rescue Agency prepare for a search mission for The Indonesian Navy submarine KRI Nanggala. Credit: AP]

[Credit: AP]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.