Indonesia akan melihat peningkatan Covid pada pertengahan Juni

JAKARTA, 30 Mei (IANS) Kekhawatiran akan kebangkitan Covid-19 di Indonesia setelah Idul Fitri dapat terwujud karena pemerintah memperkirakan akan ada kenaikan 50 persen kasus positif pada pertengahan Juni.

Pada hari Sabtu, Ketua Komite Nasional Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa saat ini terdapat tren peningkatan kasus aktif, menurut Xinhua.

Kasus aktif harian yang dikonfirmasi mulai menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa hari terakhir di negara tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan pada Sabtu, jumlah kasus di negara itu meningkat 6.565 dalam satu hari menjadi 1.809.926, dengan jumlah kematian meningkat 162 menjadi 50.262.

“Angka kasus aktif secara nasional 5,4 persen, lebih rendah dari angka global 8,8 persen. Namun, kita perlu mengantisipasi tren peningkatan kasus aktif sejak pekan lalu,” ujarnya.

Airlangga mencatat, berdasarkan data per 26 Mei, 55,6 persen kasus aktif tersebut ditemukan di Pulau Jawa dan 22,9 persen di Sumatera.

Melihat fakta tersebut, ia memutuskan untuk memperpanjang pembatasan kecil terhadap aktivitas masyarakat dari 1 hingga 14 Juni, dan memperluas wilayah yang akan melaksanakan kebijakan tersebut ke empat provinsi, yakni Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Barat.

“Dengan demikian, hingga 1 Juni, total 34 provinsi telah ditetapkan untuk melaksanakan kebijakan ini,” ucapnya.

Erlanga menjelaskan, setelah melakukan pemantauan selama dua minggu, pemerintah akan terus memantau perkembangan kasus dalam dua hingga tiga minggu ke depan, dan memperketat persyaratan perjalanan setelah libur.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Bodhi Kariya Sumadi mengatakan, sejak 22 April hingga 14 Mei (sebelum dan saat libur Lebaran), tercatat ada 3,9 juta penumpang yang melakukan perjalanan darat, laut, dan udara.

READ  Mola TV mengklik Viaccess-Orca untuk memonetisasi siaran video EPL Anda Keamanan | Berita

Dari tanggal 15 hingga 24 Mei (setelah libur Lebaran), tercatat sekitar 2,5 juta penumpang menggunakan angkutan umum.

Kasus ini menunjukkan potensi peningkatan mobilitas publik.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhajir Effendi, mengimbau pemerintah daerah yang daerahnya bisa menjadi sumber penyebaran virus, memverifikasi pelaksanaan kebijakan pengendalian virus.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga mewaspadai penyebaran varian baru.

Di sisi lain, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Daeng Faqih meminta sekitar 200.000 dokter di Tanah Air untuk bersiap hingga akhir Juli untuk menghadapi kemungkinan kambuhnya penyakit tersebut.

Ia menambahkan, asosiasi mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan seluruh dokter di Indonesia mampu menangani kasus Covid-19 dan mendapat pelatihan khusus dalam upaya penanganan penyakit tersebut.

– Janz

Ksk /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *