Menteri Indonesia Minta Wuling Pasarkan Mobil Listrik ‘Segera’

Jakarta. Seorang menteri tinggi Indonesia telah mendorong produsen mobil China Wuling Motors untuk memproduksi dan menjual mobil listrik di sini sesegera mungkin di tengah keengganan raksasa mobil Jepang untuk memulai transisi cepat ke kendaraan tanpa emisi.

Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, mengunjungi pabrik perakitan Wuling Motors Indonesia di kota Cikarang di Jawa Barat pada hari Kamis untuk mendengar tentang rencana perusahaan untuk memproduksi kendaraan listrik di Indonesia.

“Kami berharap penjualan akan dimulai lebih cepat daripada nanti, jika memungkinkan pada akhir 2022 sehingga orang dapat beralih ke kendaraan listrik lebih awal,” kata Lohout dalam sebuah pernyataan.

Luo didampingi Menteri Perhubungan Budi Karia Sumadi dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadiqin.

Tim pemerintah tingkat tinggi tersebut disambut oleh Shi Guoyong, President of Wuling Motors Corporation, dan Vice President of the Corporation Arif Pramadana.

Menurut perusahaan, Luhut mendukung rencana Wuling untuk memproduksi EV di pabrik di Indonesia.

“Kami serius membawa teknologi dan investasi untuk menyongsong era kendaraan listrik. Tentunya Wuling membutuhkan dukungan pemerintah untuk bersama-sama membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Dia tidak mengatakan kapan mobil listrik akan mulai diproduksi di Indonesia.

Dia mengatakan Wuling telah banyak berinvestasi di pabrik produksi dan sistem pasokan “kelas dunia” di Indonesia, yang kini juga menjual kendaraan Wuling ke pasar ekspor.

Menteri Investasi Luhut Binsar Pandjetan, kanan, melihat mobil di pabrik perakitan Wuling Motors di Cikarang, Jawa Barat, 30 September 2021 (Foto oleh Wuling Motors)

Wuling muncul sebagai produsen kendaraan listrik nomor satu di China dengan 200.000 unit terjual dalam tujuh bulan pertama tahun ini di pasar domestik.

Tim pemerintah diperlihatkan beberapa model Wuling EV yang diuji Luhut di sekitar pabrik.

Sejak pabrik di Indonesia mulai beroperasi pada Juli 2017, Wuling mencatatkan pertumbuhan penjualan yang kuat di negara terbesar di Asia Tenggara itu.

READ  Pembuat mesin chip ASML akan tumbuh menjadi $500 miliar

Penjualan grosir Wuling melonjak dari 5.050 unit pada 2017 menjadi 17.002 pada tahun berikutnya, dan naik menjadi 22.343 pada 2019, menurut data Gabungan Pabrikan Mobil Indonesia (Gaikindo).

Setelah sempat stagnan di tahun 2020 akibat pandemi Covid-19, dimana penjualan grosir Wuling turun menjadi hanya 6.581, angka tersebut rebound menjadi 10.973 pada paruh pertama tahun 2021.

Luhut menuding produsen mobil Jepang tidak bertindak dalam memproduksi mobil listrik di Indonesia.

Dia mengatakan kepada sekelompok alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun lalu bahwa ambisi pemerintah untuk mobil listrik membuat orang Jepang tidak senang dan bahwa negara itu “di bawah penjajahan teknologi Jepang”.

“Jepang marah kepada kami. Mereka bertanya mengapa kami tidak berpikir untuk mengembangkan mobil hybrid dulu. Saya dituduh pro-China,” kata pensiunan jenderal itu.

“Mengapa kita harus menggunakan hibrida ketika kita bisa langsung mengembangkan mobil listrik?” dia menambahkan.

Menteri Investasi Luhut Binsar Pandjetan mengendarai Wuling Mini EV listrik di pabrik perakitan Wuling Motors di Cikarang, Jawa Barat, 30 September 2021 (Foto oleh Wuling Motors)
Menteri Investasi Luhut Binsar Pandjetan mengendarai Wuling Mini EV listrik di pabrik perakitan Wuling Motors di Cikarang, Jawa Barat, 30 September 2021 (Foto oleh Wuling Motors)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *