KabarTotabuan.com

Memperbarui berita utama dari sumber Indonesia dan global

Para pemimpin bisnis Indonesia mendiskusikan peningkatan perdagangan dengan rekan-rekan mereka di Sarawak
Economy

Para pemimpin bisnis Indonesia mendiskusikan peningkatan perdagangan dengan rekan-rekan mereka di Sarawak

Abdul Karim (duduk, keempat dari kanan), Kong (keempat dari kiri), serta anggota ACCCIS dan SBF lainnya berfoto bersama delegasi KADIN.

iklan

Ditulis oleh Tim Harian Dayak

KUCHING, 3 Juli: Sebagai langkah penting untuk meningkatkan perdagangan lintas batas, delegasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) yang beranggotakan lima orang, dipimpin oleh Wakil Presiden Eddy Suryadi, melakukan kunjungan kehormatan ke Federasi Bisnis Sarawak ( SBF) dan Federasi Kamar Dagang dan Industri Tiongkok di Sarawak (ACCCIS).

Delegasi diterima oleh Dato’ Seri Abang Abdul Karim Tun Abang Openg dan Kong Cheong Ong, masing-masing presiden Federasi Bisnis Malaysia dan Kamar Dagang dan Industri Malaysia.

iklan

Kadin, organisasi perdagangan nasional yang diakreditasi oleh pemerintah Indonesia, memiliki 34 kamar daerah dan 514 cabang daerah.

Tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk mengadakan diskusi dan pembahasan rinci mengenai masalah perdagangan lintas batas antara Sarawak dan Kalimantan, Indonesia.

“Hasil diskusi akan disampaikan kepada pemerintah Indonesia sebagai referensi dan rekomendasi penting dalam merumuskan kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan perdagangan lintas batas,” demikian siaran persnya.

Konfederasi Perdagangan dan Industri Asia dan Kamar Dagang Asia menyatakan harapan bersama mereka untuk memulihkan kontak perdagangan bilateral.

Mereka menekankan kebutuhan mendesak untuk membuka kembali sepenuhnya pos pemeriksaan bea cukai, imigrasi dan karantina antara Enticong dan Tebidou untuk semua pengiriman dan barang.

Mereka juga mendesak operator penerbangan dan pemerintah Indonesia untuk memulihkan penerbangan langsung antara Kalimantan Barat dan Kuching.

Sebagai langkah proaktif untuk mengatasi masalah perdagangan lintas batas, kedua pihak sepakat untuk membentuk komite khusus bersama yang didedikasikan untuk fokus pada penyelesaian masalah terkait perdagangan secara efektif dan mendorong pertumbuhan ekonomi bilateral.

Lebih lanjut, delegasi KADIN menyoroti potensi peluang investasi di Kalimantan Barat, khususnya di bidang logistik, kawasan ekonomi khusus, energi baru dan terbarukan, industri pertambangan dan pengolahan mineral, serta infrastruktur.

READ  GMF AeroAsia menargetkan laba 2021 karena kerugian setahun penuh melebar | Berita

Sektor-sektor ini diharapkan dapat meningkatkan peluang investasi dan bisnis penting antara kedua wilayah.

Rapat tersebut juga dihadiri oleh Nasiri Alisan, Wakil Ketua Panitia Tetap Pengelolaan Batas Tanah Tanah Negara; Muhammad Syed Sabiq, Manajer Program, Kadin Indonesia Frontier Development Zone; Noble Pang, Direktur, Logistik dan Infrastruktur, Kamar Dagang dan Industri Malaysia; Dato’ Tan Jit Kee, Wakil Presiden, Kamar Dagang dan Industri Malaysia; Datuk Wee Kok Hui; Sekretaris Jenderal Dato’ Jonathan Chai Voon Tok; Anggota Dewan Kwek Eng Mong, Dennis Chin Cheng Chung, Pham Kheng Foh, Lai Chow Leong, Alexander Ho Siew Hwa dan Bong Fook Kin; dan Anggota Komite Perdagangan Leslie Lee Wei Hong. — Harian Dayak

iklan

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

"Pemikir jahat. Sarjana musik. Komunikator yang ramah hipster. Penggila bacon. Penggemar internet amatir. Introvert."