Penyelam menemukan pesawat Indonesia yang jatuh

Jakarta, Indonesia (AFP) – Penyelam angkatan laut Indonesia, yang mencari di dasar laut, pada Selasa menemukan perekam data penerbangan dari pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Laut Jawa dengan 62 orang di dalamnya.

Perangkat tersebut diharapkan dapat membantu penyelidik menentukan mengapa pesawat Boeing 737-500 mendarat di lautan dalam hujan deras tak lama setelah lepas landas dari Jakarta pada Sabtu.

Para pejabat mengatakan pesawat berusia 26 tahun itu telah tidak berfungsi selama hampir sembilan bulan karena berkurangnya penerbangan karena pandemi virus corona. Dan itu melanjutkan penerbangan komersial bulan lalu.

Stasiun TV menayangkan penyelam di atas perahu karet dengan wadah putih besar berisi perekam data penerbangan menuju pelabuhan Jakarta.

Kepala Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjiganto mengatakan “kotak hitam” pesawat lainnya, perekam suara di kokpit, kemungkinan akan segera ditemukan karena mercusuar memancar di area yang sama.

Panglima Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono mengatakan, bahan peledak itu terkubur di lumpur dasar laut di bawah berton-ton benda tajam di reruntuhan. Pada Selasa, katanya, sedikitnya 160 penyelam dikerahkan dalam operasi pencarian tersebut.

Lebih dari 3.600 personel penyelamat, 13 helikopter, 54 kapal besar, dan 20 perahu kecil sedang mencari di wilayah utara Jakarta tempat Penerbangan 182 jatuh dan menemukan bagian-bagian pesawat dan sisa-sisa manusia di dalam air pada kedalaman 23 meter (75 kaki).

Sejauh ini, para peneliti telah mengirimkan 74 kantong jenazah yang berisi jasad manusia kepada ahli identifikasi polisi yang mengatakan pada hari Senin mereka telah mengidentifikasi korban pertama, pramugari berusia 29 tahun Aoki Bisma.

Istrinya, Aldha Refa, yang juga seorang pramugari Sriwijaya Air, membagikan kesedihannya melalui serangkaian postingan di media sosial.

READ  Pelanggan McDonald's kehilangannya karena video versi Indonesia dari rantai 'jauh lebih baik': 'Terlihat lebih sehat'

Dia menulis di Instagram: “Suamiku adalah pria yang penuh kasih, setia, dan baik hati.” “Surga adalah tempatmu, sayang … damai di sana.”

Anggota keluarga yang tertekan sedang mengirimkan sampel untuk tes DNA, dan Unit Identifikasi Bencana Kepolisian Nasional mengatakan telah mengidentifikasi tiga korban lainnya, termasuk co-pilot.

Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi Indonesia, Soerjanto Tjahjono, mengesampingkan kemungkinan terjadinya disintegrasi atmosfer setelah melihat keadaan bangkai kapal yang ditemukan para peneliti. Dia mengatakan pesawat itu utuh sampai menabrak air, memusatkan bidang puing-puing, daripada menyebarkannya ke area yang luas seperti yang terlihat di udara.

Tijono mengatakan pesawat terus mengirimkan data ketinggian hingga turun ke 250 kaki (75 meter) di atas permukaan air.

Seperti di banyak negara, industri penerbangan Indonesia terpukul parah oleh pandemi, dengan pembatasan perjalanan dan penurunan tajam jumlah penumpang. Menurut data Kementerian Perhubungan, pesawat tidak terbang sejak 23 Maret hingga 19 Desember.

Administrasi Penerbangan Federal AS telah mengirimkan arahan kelaikan udara yang mewajibkan operator dari berbagai model Boeing 737, termasuk 737-500, untuk melakukan pemeriksaan mesin sebelum mereka dapat terbang lagi setelah mereka tidak berfungsi, kata Direktur Jenderal Transportasi Udara Novi Rianto dalam sebuah pernyataan. .

Dia mengatakan pesawat telah diperiksa pada 2 Desember, termasuk pemeriksaan keausan mesin, dan Kementerian Perhubungan menyatakan layak terbang pada 14 Desember.

Pesawat melakukan penerbangan awal tanpa penumpang pada 19 Desember dan melanjutkan penerbangan komersial pada 22 Desember, menurut data kementerian.

Bencana tersebut telah menghidupkan kembali kekhawatiran akan keselamatan di industri penerbangan, yang tumbuh pesat setelah ekonomi terbuka menyusul jatuhnya diktator Suharto pada akhir 1990-an. Amerika Serikat melarang maskapai penerbangan Indonesia beroperasi di negara itu pada tahun 2007, dan menaikkannya pada tahun 2016, dengan alasan peningkatan kepatuhan terhadap standar penerbangan internasional. Uni Eropa mencabut larangan serupa pada 2018.

READ  RSG Filipina memenangkan mahkota MSC 2022 dengan sapuan kapten RRQ Hoshi GMA News Online

Sriwijaya Air pernah mengalami insiden keamanan kecil di masa lalu, meskipun seorang petani tewas pada tahun 2008 ketika sebuah pesawat membelok dari landasan pacu saat mendarat karena masalah hidrolik.

Pada 2018, sebuah Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh Lion Air jatuh, menewaskan 189 orang. Sistem kendali penerbangan otomatis berperan dalam kecelakaan ini, tetapi pesawat Sriwijaya Air tidak memiliki sistem ini di dalam pesawat.

Hak Cipta 2021 The Associated Press. Seluruh hak cipta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.