Sovereign Fund Indonesia menunjuk tim kepemimpinan

Sovereign wealth fund Otoritas Investasi Indonesia (INA) yang baru dibentuk telah mengumumkan dewan direksi.

Dana yang dibentuk pada Januari itu bertujuan untuk membiayai sejumlah proyek infrastruktur nasional dan menghidupkan kembali perekonomian negara yang mengalami kontraksi sepanjang 2020, turun 2,2% pada kuartal terakhir dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Presiden Indonesia Joko Widodo, dukungan politik yang kuat, tata kelola pemerintahan yang baik dan dewan direksi yang terhormat akan membantu menarik investor lokal dan internasional untuk mendukung tujuannya.

“Lembaga Investasi Nasional akan menjadi mitra strategis bagi investor, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri, sehingga tersedia dana yang memadai untuk program pembangunan, terutama program pembangunan infrastruktur nasional,” kata Widodo.
Dana tersebut akan didanai oleh lebih dari $ 6 miliar USD dari negara dan menurut Widodo dapat menjadi dana $ 100 miliar di masa depan.
Redha Weirakusumah, Presiden Direktur Bank Permata Indonesia dan mantan CEO grup ekuitas swasta KKR, telah ditunjuk sebagai CEO INA.
Menteri Keuangan Sri Moliani Indrawati akan memimpin otoritas pengawas di INA. Ia mengatakan sejumlah fund manager sudah menunjukkan ketertarikan pada reksa dana tersebut.
Tokoh-tokoh lain yang disebutkan dalam tim kepemimpinan itu antara lain Arif Bodiman, mantan direktur Pertamina, yang ditunjuk sebagai Deputy CEO, dan Stefanus Ade Hadiwidjaja, direktur perusahaan private equity Creador, yang pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama. ditunjuk sebagai kepala investasi di reksa dana. petugas.

© 2021 Global Funds Asia

READ  Ekuitas berjangka menurun, setelah rata-rata kunci menurun di tengah meningkatnya imbal hasil obligasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *