KabarTotabuan.com

Memperbarui berita utama dari sumber Indonesia dan global

Visa pertunjukan musik yang diharapkan mampu mendatangkan banyak musisi internasional
entertainment

Visa pertunjukan musik yang diharapkan mampu mendatangkan banyak musisi internasional

Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) berharap Indonesia menjadi destinasi acara internasional yang diperhitungkan, menyusul keluarnya visa terbaru, Music Performance Visa.

Music Performance Visa merupakan prestasi besar Direktorat Jenderal Imigrasi dalam memfasilitasi perizinan musisi asing untuk tampil konser di Indonesia.

Harapannya dengan visa terbaru ini, Indonesia mampu bersaing dengan negara tetangga seperti Singapura untuk menarik banyak artis asing.

Visa ini dikhususkan bagi musisi dan krunya yang ingin tampil di Indonesia. Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung Indonesia menjadi negara tujuan event internasional yang diperhitungkan, kata Direktur Jenderal Imigrasi Salma Karim dikutip Antara.

Selmi juga menjelaskan dalam keterangan resminya bahwa Ed Sheeran yang baru saja menggelar konser di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu (3/2/2024) juga datang ke Indonesia dengan visa pertunjukan musik.

Direktorat Jenderal Imigrasi meluncurkan Music Performance Visa pada 14 September 2023. Namun Ed Sheeran bukanlah penyanyi asing pertama yang menggunakan visa jenis tersebut untuk menggelar konser di Indonesia.

Dalam setahun terakhir, visa ini telah digunakan oleh beberapa artis internasional, mulai dari Coldplay yang debut di Jakarta pada November 2023, disusul band K-Pop Twice pada Desember 2023, dan Jonas Brothers pada Februari 2024.

Selmi menjelaskan, persyaratan pengajuan visa Artis Musik menjadi lebih mudah dari sebelumnya sehingga memudahkan proses kedatangan penyanyi “Foto” ini di Indonesia.

Untuk mendapatkan e-visa dengan indeks C7A, artis internasional tidak perlu lagi melampirkan surat izin kerja, surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), dan surat pengalaman kerja minimal lima tahun.

Penyederhanaan persyaratan artis asing dilakukan karena mereka hanya aktif sebentar di Indonesia dan bukan merupakan musisi lokal, lanjut Selmi.

READ  Raffles Bali menyambut musim perayaan - ekspatriat Indonesia

Ia juga menjelaskan, visa terbaru ini termasuk dalam kategori single entry atau sekali masuk dan berlaku selama 60 hari. Pertunjukan musik Visa dapat dikirimkan melalui website resmi evia.imigration.go.id dengan sponsor seperti penyelenggara konser, promotor musik atau pihak terkait lainnya.

Untuk Ed Sheeran yang tampil kedua kalinya di Jakarta, Direktorat Jenderal Imigrasi mengeluarkan total 85 visa dengan rincian 11 visa untuk artis musik (termasuk Calum Scott dan Para Pemain Musik) dan 74 visa untuk kru artis musik (indikator C7B).

Konser musisi mancanegara ini dinilai menjadi salah satu ajang yang mampu memberikan kontribusi positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Konser Ed Sheeran bertajuk + – = Laughs x Tour 2024 misalnya yang mampu menampung 50.000 penonton diyakini mampu memberikan dampak ekonomi lebih dari Rs. 100 miliar menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

Sebelumnya, Sandiaga juga menyebut konser internasional di Indonesia bertujuan memberikan kontribusi ekonomi hingga Rp162 triliun, termasuk konser Coldplay November 2023.

“Dari total 3.000 event, termasuk konser internasional pada tahun 2023, target pencapaian ekonomi sekitar 162 triliun dollar AS, melebihi 10 miliar dollar AS,” kata Sandiaga pada Mei tahun lalu.

Namun menarik musisi internasional untuk berkunjung ke Indonesia tidaklah mudah. Meski memiliki pangsa pasar yang besar, PK Entertainment menyebut ada dua tantangan bagi promotor untuk mengundang artis luar negeri agar bisa menggelar konser dalam waktu lama seperti yang terjadi di negara lain, misalnya Singapura.

Ada dua hambatan, kata Hari Sudharma, salah satu pendiri dan chief operating officer PK Entertainment. Pertama, dari segi bisnis, artis dan promotor pasti harus berproduksi.

Keduanya harus bisa mendapatkan manfaat yang mereka inginkan. “Khususnya bagi artis-artis luar negeri yang berprestasi,” kata Harry.

READ  Film horor yang harus dilihat 'Censor' dan 'Gaia' tahun ini akan tayang di Hulu pada bulan Oktober untuk 'Huluween'!

Tantangan kedua terkait sulitnya birokrasi dan infrastruktur yang belum mumpuni. Terkait perizinan, Harry menilai masih banyak regulasi yang perlu diperbaiki agar lebih nyaman untuk dipatuhi. Selain itu, akses pemanfaatan tempat juga diharapkan semakin mudah.

Indonesia diketahui “kalah” dengan negara tetangganya Singapura yang berhasil mendatangkan penyanyi asal Amerika Serikat Taylor Swift itu menggelar konser selama enam hari, yakni 2-4 Maret dan berlangsung 7-9 Maret 2024. Singapura menjadi kota dengan jumlah konser terbanyak di kawasan Asia-Pasifik dan satu-satunya di Asia Tenggara.

Hal ini memperkuat posisi Singapura sebagai pusat hiburan dan seni global di kawasan Asia-Pasifik.

Keberhasilan Singapura mendatangkan Taylor Swift ke konser selama enam hari digambarkan sebagai intervensi pemerintahnya. Perdana Menteri Thailand Sritha Thavesin menuding Singapura membuat kesepakatan eksklusif agar penyanyi paling impian itu hanya tampil di Singapura dan bukan di negara Asia Tenggara lainnya.

Perdana Menteri Thailand juga menuding pemerintah Singapura menawarkan dua juta dolar AS atau setara Rp 31 miliar untuk konser eksklusif di negaranya.

Singapura menawarkan hibah untuk membantu meyakinkan tim Taylow Swift agar menjadikan mereka satu-satunya penyelenggara The Eras Tour di Asia Tenggara. Namun, nilai dana bantuan tersebut tetap dirahasiakan.

Keseriusan Singapura menggelar konser Taylor Swift terlihat dengan melakukan berbagai kunjungan bertemakan penyanyi tersebut. Di Marina Bay, salah satu bangunan ikonik Singapura, para penggemar dapat menyaksikan penampilan tujuh instalasi indah yang diambil dari album-album Taylor, dibuka untuk umum mulai 28 Februari hingga 13 Maret.

Selain itu, sambutan Taylor di Singapura semakin meriah dengan penampilan Fountain yang terinspirasi dari konser The Eras Tour.

Channel News Asia melaporkan permintaan penerbangan dan akomodasi di Singapura naik 30 persen akibat konser Taylor Swift. Singapura juga disebut-sebut telah mencatatkan total pendapatan lebih dari US$1 miliar atau Rp. 15,8 triliun dari partai ini.

READ  Hal yang harus dilakukan, film di Los Angeles: Charlie Chaplin, Mad Max

Sebelumnya, band asal Inggris Coldplay juga sukses menggelar konser enam hari di Negeri Singa.

Label: Visa Musik Concier Ed Sheeran Coldplay Taylor Swift Singapura

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

"Pemikir jahat. Sarjana musik. Komunikator yang ramah hipster. Penggila bacon. Penggemar internet amatir. Introvert."