Dia dalam siaga tinggi menyusul ditemukannya kasus Omigran di Medan, Indonesia

Jakarta, Jan. 9 (Jakarta Post / JST): Pemerintah Madonna dalam siaga tinggi menyusul ditemukannya kemungkinan kasus varian omigron Covit-19 yang sangat menular terkait dengan seorang penduduk Inggris yang merupakan bagian dari International Air Freight Board. Rombongan berangkat ke kota Sumatera Utara.

WNA berusia 60 tahun bernama JIA itu saat ini ditahan di Rumah Sakit Royal Prima Medan.

Walikota Madonna Bobby Nation mengatakan JIA berfungsi relatif baik, menjelaskan bahwa dia adalah pasien tanpa gejala.

Bobby mengatakan virus tersebut terdeteksi setelah tes GIA GOT-19 sebagai bagian dari persyaratan keberangkatan awak pesawat dari Bandara Internasional Ghulamu di Medan.

“Dia bagian dari tim kargo udara yang terbang dari Inggris ke Belgia dan dari Belgia ke Singapura. Hasil tes polymerase chain reaction (PCR)-nya sudah habis sehingga dia harus dites sebelum meninggalkan Indonesia. Tesnya kembali positif,” kata JIA di RS Royal Prima Meden. Lalu kata Bobby.

Bobby mengatakan, saat ini Pemprov DKI sedang menunggu hasil akhir sekuensing genetik Badan Penelitian dan Pengembangan (Politeknik) Kesehatan Kementerian Kesehatan untuk menentukan varian Govt-19 yang menyerang WNA.

Meski demikian, Bobby mengatakan tidak menutup kemungkinan tertular JIA Omicron, mengingat riwayat perjalanan kehadiran pasien di negara lain yang varian infeksinya tersebar luas.

Walikota mendesak warga Madden untuk tetap diam ketika pihak berwenang membuat jejak kontak dari kasus yang dikonfirmasi.

Bobby mengatakan manajemen Madden menghubungi pejabat di Tele Serdong Regency, mengingat awak pesawat awalnya menginap di sebuah hotel di Regency, sebagai bagian dari upaya pelacakan komunikasi.

“Pelacakan komunikasi [from the case] Hanya untuk pramugari lainnya. Kami telah terintegrasi dengan Tele Certong [regency officials] Komunikasi harus dilacak di sana, ”kata Bobby. – Jakarta Post / ANN

READ  Prancis mengharapkan India untuk meningkatkan hubungan dengan Indonesia setelah embargo defensif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.