Indonesia berencana untuk memasang 4,7GW tenaga surya pada tahun 2030 di bawah rencana dekarbonisasi

Kesan seniman Proyek Surya Terapung Sirata yang sedang dibangun di Jawa. Gambar: Mastar.

Indonesia bertujuan untuk menggunakan tambahan 4.680 megawatt energi matahari pada tahun 2030 sebagai bagian dari upaya untuk mencapai emisi nol karbon bersih pada tahun 2060.

Menteri Energi Arifin Tasrif mengatakan dalam rencana induk baru 2021-2030, Indonesia akan melihat 51,6% lebih banyak kapasitas listrik dari energi terbarukan pada akhir dekade, dan sisanya akan menjadi pembangkit bahan bakar fosil baru.

Berbicara dalam presentasi virtual hari ini (Selasa), Dasrip mengatakan peningkatan tahunan permintaan listrik negara itu selama dekade berikutnya telah berkurang menjadi 4,9% dari perkiraan sebelumnya 6,9% karena epidemi yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah mengharapkan pembangkit listrik mandiri dapat memainkan peran utama dalam pengembangan proyek-proyek terbarukan di tahun-tahun mendatang untuk mencapai target yang tercantum dalam rencana induk.

Dasrib juga mengatakan pemerintah akan mendorong pengembangan konektivitas antar pulau-pulau besar Indonesia untuk meningkatkan keandalan listrik dan meningkatkan penetrasi energi terbarukan.

Potensi kuat untuk sektor surya Indonesia terungkap dalam laporan yang dirilis oleh Wood McKenzie pada bulan Juli, yang menyatakan bahwa negara tersebut dapat menjadi pasar PV dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia-Pasifik pada akhir dekade ini.

Perusahaan riset memperkirakan bahwa kapasitas tenaga surya negara akan mencapai 8.5GW pada tahun 2030, tumbuh dari basis 300MW yang dapat mendukung sektor PV dengan memberikan pinjaman $ 600 juta dari Asian Development Bank untuk mendukung listrik milik negara Indonesia. PLN memperluas akses listrik di Indonesia bagian timur dan mempromosikan energi terbarukan.

Upaya pengembangan solar PLN telah menjalin kerjasama dengan Mazda untuk membangun proyek floating solar 145MWac di reservoir di Jawa Barat. Para mitra baru-baru ini mencapai kesepakatan keuangan dengan pabrik Sirata, yang sekarang sedang dibangun dan dijadwalkan untuk memulai operasi komersial pada akhir tahun 2022.

READ  COVID-19 di Indonesia: Swiss kirim 600 oksigen konsentrator ke Jakarta - Indonesia

Pengembang surya yang berbasis di Singapura, Sun Cheap Group telah mengumumkan rencana untuk menjadikan Pulau Bawah Indonesia sebagai proyek surya terapung terbesar di dunia. Pabrik instalasi 2.2GWp dijadwalkan akan selesai pada tahun 2024, yang akan menyediakan listrik di dalam negeri dan melalui kabel bawah tanah ke Singapura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *