KabarTotabuan.com

Memperbarui berita utama dari sumber Indonesia dan global

Kebakaran hutan merugikan Indonesia, segera bekerja dari rumah
Top News

Kebakaran hutan merugikan Indonesia, segera bekerja dari rumah

palembang, indonesia –

Lebih dari 300 kebakaran hutan dan lahan gambut di pulau Sumatra, Indonesia, menyebabkan langit berkabut di seluruh wilayah pada hari Senin, sehingga pejabat pemerintah mendesak masyarakat untuk bekerja dari rumah.

Tentara, polisi, dan pemerintah daerah bekerja sama untuk memadamkan 316 titik api yang terjadi di seluruh provinsi Sumatera Selatan, namun pekerjaan mereka menjadi rumit karena cuaca yang sangat kering, kata Iriansya, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan.

Asap dari kebakaran yang membumbung menuju Palembang, ibu kota provinsi Palembang Selatan, menyebabkan kondisi udara tidak sehat bagi 1,7 juta penduduk di wilayah tersebut.

“Masyarakat lebih mungkin terkena infeksi saluran pernapasan, batuk, tersedak, dan iritasi mata,” kata Iriansya, yang seperti kebanyakan orang Indonesia hanya menggunakan satu nama.

Pemerintah Sumatera Selatan pekan lalu menyerukan agar sekolah menunda jam buka karena kabut akan berkurang pada siang hari. Namun pada hari Senin, ketika kualitas udara memburuk dan diklasifikasikan sebagai “berbahaya”, sekolah meminta siswa untuk menghadiri kelas secara online.

“Kami khawatir karena kabut asap semakin parah di Palembang. …Banyak anak yang sakit dan kami hanya bisa berdoa agar bencana ini segera berlalu,” kata Umi Kalsum, seorang pekerja sektor swasta dan seorang ibu, kepada The Associated Press pada hari Senin.

Kebakaran hutan dan lahan gambut merupakan permasalahan tahunan di Indonesia yang berdampak pada hubungan dengan negara tetangga. Asap kebakaran menyelimuti sebagian wilayah Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand bagian selatan. Beberapa wilayah di Malaysia telah melaporkan adanya kebakaran yang disebabkan oleh kebakaran di Indonesia sejak minggu lalu.

Petugas pemadam kebakaran Indonesia menyemprotkan air ke tempat pembuangan sampah darurat di Bekasi, provinsi Jawa Barat, di pinggiran Jakarta, Indonesia, Senin, 25 September 2023. (Foto AP/Ahmed Ibrahim)

READ  Indonesia dan R2B: Mengapa begitu banyak paranoia? - Sabtu, 22 Mei 2021

Kepala Lingkungan Hidup Malaysia Wan Abdul Latif Wan Zafar mengatakan pekan lalu bahwa kabut asap akibat ratusan kebakaran hutan di Indonesia telah kembali ke beberapa wilayah di negara tersebut.

Dalam pernyataannya, dia berkata, “Kualitas udara di negara ini secara keseluruhan telah memburuk. “Kebakaran hutan di Sumatra bagian selatan dan Kalimantan tengah dan selatan, Indonesia, telah mendorong kabut asap melintasi perbatasan.”

Namun Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan dalam pernyataannya pada hari Senin bahwa tidak ada kabut asap lintas batas dari Indonesia ke Malaysia.

Data satelit Badan Meteorologi, Klimatik, dan Geofisika Indonesia menunjukkan kabut Indonesia terdapat di beberapa wilayah di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Arah angin di Indonesia umumnya tenggara hingga barat laut-timur laut.

“Kami terus mengikuti perkembangan dan tidak ada kabut lintas batas untuk Malaysia,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihak berwenang sedang bekerja di darat dan di udara untuk memadamkan api di provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, termasuk sebagian Pulau Jawa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pada bulan September bahwa kebakaran hutan dan lahan gambut lebih sering terjadi di enam provinsi di Indonesia, termasuk provinsi Sumatera Selatan, dimana kebakaran lahan gambut besar terjadi pada bulan Agustus.

——

Laporan Tariqan dari Jakarta, Indonesia. Reporter Associated Press Elaine Ng di Kuala Lumpur berkontribusi pada laporan ini.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

"Pemikir jahat. Sarjana musik. Komunikator yang ramah hipster. Penggila bacon. Penggemar internet amatir. Introvert."